Kamis, 05 Juli 2012

[inti-net] Fwd: ** Nyatakan Siap / Tidak Siap dengan Berani: 11 Juli 2012

*To:*

redaksi@vivanews.com, newsroom@antaranews.com, redaksi@detik.com,
redaksi@inilah.com, redaksi@tribunnews.com,
kirimanpembaca@rol.republika.co.id, koran@tempo.co.id, JohnOei <
john@kabarinews.com>, Kristiani Pos
<info@christianpost.co.id<info@christ%20ianpost.co.id>
>, info@CiptaMedia.org, Basuki Tjahaja Purnama <btp@ahok.org>, <
ahokbtp@gmail.com>, **


*LEADERSHIP62* <AsiaWorks_LP_62@yahoogroups.com>, LPgabungan@yahoogroups.com
, AW_awe@yahoogroups.com, FonsVitae-alumni@yahoogroups.com,
KKMKKAJ@yahoogroups.com,

BatuHidup@yahoogroups.com, Komunitas-Tionghoa@googlegroups.com,
Tionghoa-net@yahoogroups.com, Salam_Indonesia@yahoogoups.com, *
Persaudaraan **<*KungFu-TaiChi_AlamSemesta@yahoogroups.com>,

* *

Manager-Indonesia@yahoogroups.com, TrainersClub@yahoogroups.com,
Free-English-Course@yahoogroups.com, Berita_Katolik@yahoogroups.com,
INTI-net@yahoogroups.com, Tionghoa@yahoogroups.com,
Budaya_Tionghua@yahoogroups.com,Indonesia_Damai@yahoogroups.com,
Politik-Indonesia@yahoogroups.com, Forum_Tionghoa@yahoogroups.com,



sparklingINDONESIA@googlegroups.com,
UNSTOPPABLEpowerwithinIndonesia2006@yahoogroups.com,
FinansialINDONESIA@googlegroups.com, INDONESIA-1@googlegroups.com,
CourtneySmithTraders@googlegroups.com, Dunia-Emas@yahoogroups.com,
Dunia-Pengetahuan@googlegroups.com, Forum-Bela_NKRI@googlegroups.com,
fellowChristians@googlegroups.com, *IES* <
ChristianLIFEcommunity@googlegroups.com>

* *

*UNPAR* <myUniversitasParahyangan@googlegroups.com>,
myAsiaWorks@googlegroups.com, myToastMaster@googlegroups.com,
JAbrahamSing2005@yahoogroups.com, ASIAinvesTraders@googlegroups.com,
milis-Indonesiaku@googlegroups.com, , Mulyadi.Lau@gmail.com, Hhutauruk, Djohar
Koh <koh@fengshui-koh.com>,







* *

* *

* *

*7 Juli 2012*

* *

*** Nyatakan Siap** / Tidak Siap dengan Berani: 11 Juli 2012*





*Lonjakan Hasil Polling ~ Indikasi Rerncana Penggelembungan Suara*

Beberapa polling menunjukkan gubernur lama dipilih oleh 49,1% peserta. Jika
dibandingkan poliing MetroTV sekitar bulan Mei, yang berada pada kisaran
35%, berarti terdapat perbedaan sekitar 15%. Suatu polling dilaksanakan
secara baik dan benar, hasilnya merupakan peta/ gambaran yang terjadi pada
kenyataan. Namun polling sebenarnya lebih rawan dimanipulasi baik oleh
peserta (dengan voting gandda/ banyak) maupun arahan pihak pelaksana.
Apalagi polling yang dilakukan dimana pemberi suara voting sulit
diidentifikasi. Jika DPT saja bisa digelembungkan, voting tentu jauh lebih
mudah. Walau polling tidak berkaitan langsung dengan hasil pemungutan
suara, manipulasi dalam polling selain bisa merupakan trik kompetisi dalam
kampanye, juga bisa merupakan indikasi rencana rekayasa pnggelembungan
hasil pilkada. Kenapa? Seandainya dalam polling gubernur lama diketahui
mencapai 35%, sedang hasil pilkada menujukan hasil 57%, tentu masyarakat
akan curiga akan perbedaan mencolok sebesar 21%. Penambahan suara yang
begitu banyak akan dicurigai sebagai suara siluman dalam proyek rekayasa
Pilkada. Namun seandainya menurut polling suara gubernur lama sudah
mencapai 49,1% (walau belum, tapi sedikit lagi sudah sangat nyaris menang 1
putaran) dan kenyataan hasilnya mencapai 57% suara, masyarakat mungkin
akan percaya jika gubernur lama mengatakan bahwa berkat kerja kerasnya ia
memperoleh tambahan 7,9% suara.

Saat ini kita tidak membahas prosedur polling. Namun kita bisa memperkiraan
aka nada suatu keadaan dimasa depan dengan mempelajari indikasinya. Misal,
menjelang terjadi gempa bumi yang dahsyat, biasanya binatang-binatang yang
indra ppendengarannya lebih sensitive dari manusia akan mengalami sangat
gelisah bahkan terkesan panic ketakutan. Demikian pula pelonjakkan polling
seperti ini, walau bukan sesuatu yang terlalu signifikan mempengaruhi hasil
pemilu, namun kita perlu waspadai sebagai suatu indikasi akan adanya
rencana rekayasa dan manipulasi suara.



*Antara Waspada dan Harapan Terbaik*

Harapan terbaik adalah Pilkada bersih yang bebas dari pemilih gelap dan
dilaksanakan tepat waktu

Mengharapkan sesuatu yang terbaik, bukan berarti tidak siap seandainya
harapan tidak tercapai. Kita harus menganggap bahwa antisipasi bukan
berarti bukanlah suatu sikap pesimisme. Kebalikannya, siakap antisipasi
bisa merupakan sesuatu kekuatan yang bisa diandalkan serta landasan dari
sikap pede.

Seorang pembalap motor yang menggunakan pelindung helm serta pakaian balap,
seharusnya lebih pede dibanding pembalap yang tidak menggunakan pengaman
yang memadai. Para penjaga coutner hape yang sudah mengetahui remcana
pencopetan oleh pria gundul-gigi-emas dengan tas pinggang oranye pada jam
13:13, seharusnya tidak akan mengalami kecopetan hape.

Sementara DPTnya belum selesai diperbaiki, 3 metode perekaman yang saya
sampaikan akan mampu mendeteksi seandainya ada joki suara ataupun pemilih
ganda dan gelap. Posting sebelumnya, saya menyampaikan 3 metode perekaman
para peserta sebelum melakukan pemilihan.

1. Scanning Tapak Tangan kiri, Nomor Urut kedatangan di TPS ybs. dan KTP

Nomor Urut Kedatangan (akan 5x digunakan: Untuk scanning, foto, video,
pengambilan dan penempelan di kertas suara dan untuk diarsipkan) sebaiknya
terbuat dari kertas stiker yang sudah digunting perbuah bersama dengan
kertas penjaga lemnya. Cantumkan juga nomor lokasi TPSnya. Petugas
scannerakan meletakkan nomor urut pada posisi kanan atas layar scanner dan
dibawahnya diletakkan KTP. Setelah posisinya baik, bantu calon pemilih
menempelkan tapak tangan kiri paa sebelah kirir layar. Scanner dan laptop,
dengan 1x scanning& saving dalam waktu sekitar 35detik/ orang.

Teknik ini, memiliki akurasi 100,00%. Hinggakini belum ada orang yang mamou
memalsukan rapak tangan. Sayangnya melakukan identifikasi tapak tangan
membutuhkan pengolahan data yang bisa menghabiskan waktu beberapa menit/
telapak dan orang tidak biasa mengenal orang dari telapak tangannya.

2. Foto wajah, tinggi, postur, berat tubuh, nomor urut kedatangan di TPS
ybs.

Foto wajah memiliki akurasi 99,99% dan mudah dikenali kasat mata. Walau
proses pemotretan cukup 1 detik, proses identifikasi perwajah bisa
mencapai beberapa menit, sehingga searching bagi penggunaan bagi jutaan
orang akan menyita waktu yang cukup lama. Urutkan dulu tinggi dan berat
badan yang diinginkan, baru cari bentuk wajah yang dicurigai. Penempelan
nomor urut di dada, akan mudah berkat stiker yang ada. Setelahfoto
selesai,kertas stiker yang baru ditempel sekitar 30 detik itu diserahkan
kepada petugas yang akan menempelkannya pada kertas suara, dilipat tertutup
(supaya tidak terbaca) dan di steples (supaya jangan mudah lepas), baru
dibawa dan dicoblos dibilik.

3. Video.

Karena obyek gambar bergerak, akurasi video memiliki akurasi yang seikit
lebh rendah (anggaplah=99% akurat). Namun video memiliki keunggulan mampu
merekam kejanggalan yang mungkin kurang kita sadari dalam fungsi waktu
sejak menjelang pelakanaan pemngutan dan hingga selesai penghitungan
suara). Gambar bergerak, suara dan para saksi dalam fungsi waktu selama
proses pengambilan suara akan bisa menjadi bukti sangat kuat dalam suatu
pengadilan.

* *

*Harapan Terbaik dari Masyarakat Peduli Ibukota?*

Harapan Pertama: Kita ingin PILKADA jujur dan bersih sehingga masyarakat
Jakarta berhasil memilih pemimpim terbaik menurut kemerdekaan pertimbangan
masing-masing sehingga membawa perubahan konstruktif bagi Ibukota dan
Indoensia.

Harapan Kedua: Kita ingin Pilkada DKI yang damai dan bersih akan sukses
dilaksanakan tepat waktu. 4 hari lagi tanggal 11 Juli.

Bagaimana caranya:
A. Define the Problem in Solvable Terms

Ø DPT yang digunakan saat ini bermasalah dan hingga saat ini belum
diperbaiki, sementara jadwal Pilkada sudah ditetapkan 11 Juli 2012, dalam
wakti 4 hari lagi.

Ø Terdapat beberapa indikasi yang menujukkan celah bisa dimanfaatkan oleh
joki suara yang bisa mengacaukan hasil suara.

B. Dalam waktu yang masih tersisa, semua Cagub yang peduli akan Pilkada
yang bersih dan menolak pemilih gelap, harus mengantisipasinya secara
bersungguh-sungguh, dengan

Ø Melaporkan inti kejanggalan DPT kepada MK.

Ø Meminta izin dan dukungan dari KPU-DKI sera meninta bantuan dan
koordinasi dari Panwas serta mengajak segenap Timses Cagub untuk bekerja
sama dalam melakukan pemantauan serta perekaman peserta Pilkada.

Ø Segenap Timses harus mendukung Proses Pengawasan Pilkada baik dengan
Personil Teknis yang tepat dan memadai maupun dengan peralatan yang terbaik
yang pasti masih bisa diperoleh.

Ø Laporkan semua respons dari KPU, Panwas serta tanggapan dari sesama
Timses peserta

Ø Setiap Timses harus menyampaikan kesiapannya dalam pengamanan Pengawasan
Pemilu kepada publik. Seandainya siap, nyatakn siap. Seandainya tidak siap
nyatakan tidak siiap. Seandainya *Ragu/ Kurang Yakin*, nyatakan *Tidak Siap*
.

C. Cagub dan Cawagub harus mengkonfirmasikan kesiapan dalam Pilkada.

Seandainya Timses yakin pelaksanaan dan pengawan Pilkada sementara materi
DPT Bermasalah dan sanggup mengatasi persoalan dengan baik, nyatakan dengan
yakin bahwa timnya *sudah siap* mengatasinya dan akan maju, sudah
mengantisipasi serta akan menerima segala konsekwensi Pilkada sementara
DPTnya belum diperbaiki itu.

Sebagai konsekwensi dari pernyataan siap, Cagub, Cawagub dan Timses harus
mengajak segenap pendukungnya untuk ikut aktif memberikan suaranya, agar
jangan ada kertas suara yang belum dicoblos bisa menguntungkan pihak
lawan.

Seandainya Cagub, Cawagub dan Timses merasa ragu atau kurang yakin akan
kontrol keamanan pengawasan, sehingga proses pelanggaran dalam pemunguntan
dan perhitungan suara belum tentu bisa dikendalikan, *nyatakan sebagai
tidak siap*.

Seandainya pernyataannya adalah tidak siap, ada 2 opsi yang bisa dilakukan:

Ø Meminta Penundaan Pilkada atau

Ø Menyatakan mundur dari Pilkada dan melakukan penuntutan kepada KPU
melalui MK karena alasan Menolak DPT Bermasalah dan karena alasan Tidak
Yakin pada Sistim Pengawasan Pilkada

Selanjutnya para Cagub yang menyatakan tidak siap harus memberi komando
kepada para pendukungnya supaya jangan maju mengikuti pilkada.



Teman,

Banyak orang menuduh bahwa George Soros adalah orang yang dianggap sebagai
pemicu Krisis Moneter Asia yang menjadi awal penyebab runtuhnya Orde Baru.

Saya tidak berpendapat begitu.

Penyingkiran PDI pimpinan mbak Mega dan pengangkatan PDI kongres Medan
dengan Soerjadi- Fatimah Achmad – Buttu Hutapea sebagai ketua boneka dalam
pemilu adalah kesalahan yang massif dan sangat dipaksakan. Pada saat itu
saya menapat visi dimana ada sebuah patung sangat besar yang tinggi
menjulang, dimana kakinya terbuat dari campuran besi dan tanah liat.
Kemudian dari sebuah bukit ada sebuah batu yang menggelinding dan menimpa
kaki yang terbuat dari tanah liat, sehingga patung perkasa itu roboh dan
hancur tanpa sisa.

Berkat prestasi pak Yogi dan pak Feisal, pemilu berlangsung aman dan
terkendali., Dalam diam dan kesedihan para pejuang PDI, PDI boneka
tersenyum di kursi DPR/ MPR, sementara kondisi negara semakin tenang dan
terkendali. Jika saya berkata bahwa perjuangan kita belum selesai, teman2
hanya meng-iya-kan dan memandangi saya dengan sorot mata penuh iba. Tidak
ada lagi kritik maupun orang-orang yang masih berani berkaus merah. Namun
dalam keadaan seperti itu, ada yang aneh. Dollar AS yang semula harganya
tenang di Rp 2225/USD, mulai merangkak menjadi Rp 2235,- (pas disini, saya
beli). Krisis kepercayaan kepada Orba, menyebabkan krisis moneter
Indonesia. Harga dolar meningkat terus, krisis moneter mulai mengimbas ke
negara-negara di Asia Tenggara. Akhirnya Orde Baru runtuh, dollar AS
menyentuh Rp 16000 , PDI mbak Mega menjadi PDIPerjuangan.

Teman2,

Ada bagian yang harus kita kerjakan, ada pula yang tidak harus kita
kerjakan. Namun pada saat kita sudah angkat tangan, pada saat yang tidak
kita duga, Yang Maha Kuasa akan turun tangan pada cara yang saat itu belum
kita bayangkan. Kini 4 hati mejelang hari H, kita serahkan komando kepada
para cagub. Selamat menyambut 11 Juli 2012.



Selamat berjuang. God bless Jakarta …

* *







* *

*arsip-arsip lama**_______________________________________________**
_______________________________________________**______________________*





___________________________________________________________4 Juli 2012

* *

*** Cegah Pemilih Gelap & Laksanakan Pilkada Bersih Tepat Waktu~ Inovasi
Terobosan***

* *

* *

Teman2,

Kemarin saya posting topik 'Verifikasi DPT atau Mundur Secara Terhormat'.

Namun setelah saya pikirkan, betapa beratnya tugas Timses menjelang Pilkada
jika masih harus ditambah dengan melakukan verifikasi dengan bertamu ke
rumah-rumah sekitar 6 juta penduduk DKI. Lagipula kemungkinan akan ada
banyak penduduk DKI sibuk yang sedang tidak di rumah, sehingga seandainya
harus bolak-balik atau menunggui pulangnya jutaan penduduk, pasti akan
banyak menyita waktu yang bisa menyebabkan jadwal pilkada molor lebih lama
lagi.

*Pertanyaan: Apakah Pilkada Bisa Bersih & Tepat Jadwal ?*

Salah satu prinsip dasar yang sangat diyakini para lulusan
LP/AsiaWorksTrainings adalah: 100% Intention creates 100% Result in 100%
Time: Jika kita serius pada niat yang pasti, kita pasti akan sukses
memenuhi target dan pasti akan selesai tepat jadwal.

Jadi seandainya segenap komponen Pilkada DKI memang berniat
sungguh-sungguh, maka Pilkada bersih akan sukses dan tepat waktu pasti
akan terlaksana. Namun jika tidak segenap komponen Pilkada
sungguh-sungguh berniat, sangat mustahil bisa terjadi hal yang diimpikan
warga Jakarta itu. Jadi, baik jawabannya "Pasti Bisa' ataupun 'Pasti Tidak
Bisa', keduanya adalah benar.

Setelah itu, mari kita pelajari…

*Bagaimana supaya Pilkada DKI Bisa Bersih dan Tepat Jadwal*

Ø Menghapus pemilih ganda dari DPT yang kacau.

Tadi saya mendengar di radio, KPU akan melakukan pencoretan kelebihan para
pemilih ganda dari DPT. Walaupun agak terlambat, saya merasa bersyukur dan
berharap bahwa ini adalah awal sikap konstruktif untuk mensukseskan Pilkada
DKI yang bersih. Seandainya penghapusan pemilih ganda (dengam nama yang
sama) akan mengurangi (saya taksir 2% dari) DPT jadi dilaksanakan, namun
masih terbuka banyak kemungkinan terjadi penyusupan pemilih gelap.

Ø Mengidentifikasi setiap pemilih sebelum masuk ruang tunggu TPS.

Teknologi ini sebenarnya mirip dengan invensi yang sekitar tahun 2000 saya
daftarkan ke DepHak/ Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan judul:
"Sistim Akses Pribadi Tanpa Alat Bantu Tambahan". Invensi ini dimulai
dengan keyakinan tidak mungkin ada 2 orang yang persis sama, dan atas
prinsip itu komputer akan bisa menenali identitas seseorang dengan
membandingkan rekaman data fisik orang itu ataupun rumusan tertentu.



Seandainya diakui KPU dan dikabulkan oleh Panwas, sebelum memasuki ruang
tunggu TPS, calon pemilih akan 3 kali direkam:

1. Sebelum melewati pintu masuk ruang tunggu/ duduk TPS, calon pemilih
harus meletakkan telapak tangan kiri, KTP dan nomor urut kedatangan harus
ditempelkan pada kaca scanner. Scanning dengan menggunakan printer
all-in-one seharga Rp470 ribu, bisa selesai direkam dalam laptop dalam
waktu 35 detik.

2. Dengan nomor urut yang ditempel di dada, melepas sandal/ sepatu/
tas/ beban di saku, menaiki alat timbang badan sambil berdiri tegak dan
merentangkan tangan, membelakangi screen (yang dilengkapi garis ukuran
vertikal menghadap kamera foto dengan posisi lensa setinggi mata dan
dengan jarak ke kamera sekitar 3 meter. Tinggi badan, berat badan, bentuk
dan kulit wajah akan direkam dalam lap-top.

3. Sebagai back up, gunakan juga tambahan kamera video digital yang
merekam aktivitas para peserta pilkada yang masuk, duduk dan menunggu
giliran memasuki kotak pencoblosan suara di TPS. Pasangkan disamping pintu
masuk mistar pembanding dengan garis skala antara 150cm-200cm. Lakukan juga
perekaman nomor lokasi TPS, petugas dan pengawas, Timses dan aktifitas di
TPS tersebut. Seandainya 2 point rekamanan di atas bermasalah, kamera video
ini juga memiliki fungsi yang hampir sama baiknya dalam mendeteksi wajah,
tinggi badan, aktifitas para petugas/ peserta pilkada. Seandainya kelak
terindikasi terjadi kecurangan, back up video kamera juga merupakan alat
bukti yang sangat akurat bagi penuntutan di pengadilan kelak.

4. Pada kertas suara, akan dituliskan nomor urut pemilih. Demi menjaga
kerahasiaan, nomor urut itu akan ditutup oleh kertas berstiker agar tidak
terbaca. Selanjutnya semua kertas suara akan dititip dalam safe deposit
bag/ box yang menggunakan overpal/ lubang kaitan yang diikat dengan 8 buah
gembok kecil atau gembok-kabel-sling-baja atau kertas segel ganda 8 untuk
disimpan KPU atau MK hingga proses riset paska pilkada tuntas. Anak kunci
gembok akan dipegang masing2 oleh ke 6 timses, KPU dan Panwaslu. Seandainya
dari riset terdapat indikasi pelanggaran, kertas suara bernomor urut yang
bersangkutan bisa diperiksa setelah dibuka oleh 8 anak kunci atau dengan
merusak overpalnya. Usai pencoblosan di TPS ybs, soft copy dari data itu
akan diperbanyak dalam flash discs, untuk disimpan sebagai arsip back-up
dan dibagikan untuk riset data KPU, Panwaslu, ke 6 Pengawas Timses .

5. Dalam waktu 14x 24jam, 6 Timses Cagub dan Panwaslu akan melakukan
pengecekan data sampel secara acak. Seandainya terdapat bukti kecurangan
yang disengaja, akan dilakukan investigasi dengan sanksi dan hukuman yang
pasti.



*Apa manfaatnya?*


Misalkan seorang pria penduduk Bogor, 5x melakukan pencoblosan di 5 TPS
berbeda dengan memegang 5 KTP DKI dengan menggunakan nama: Mulyadi,
Mulyadi Dharmadi,Yohanes Mulyadi, Yohanes Mulyadi Dharmadi, Yohanes
Mulyadi Liu. Dengan hanya mengandalkan sorting MS- Excel, orang itu tidak
akan ketahuan bahwa sebenarnya ia tidak memiliki hak suara (apalagi sampai
5 kali coblos).

Namun dengan sistim perekaman identifikasi tadi, setiap pemilih gelap
memasuki ruang tunggu TPS, walau pencoblosannya sementara tampak berhasil,
kejanggalan akan mudah teridentifikasi dalam riset pasca pencoblosan
kemudian.



*Bagaimana metode riset pasca pencoblosan.

*

Anggap akan ada 5 juta pemilih mendatangi TPS untuk mengikuti Pilkada.

Pilih jenis kelamin pria, sehingga data hasil filtrasi akan tersisa sekitar
2.500.000 pemilih.

Filter tinggi badan= 174cm <tinggi<176cm, akan tersisa sekitar200 ribu
pemilih.

Filter bobot badan= 78kg<berat<81kg, akan tersisa 100 ribu pemilih.

Filter jarak antara kedua sudut mata = 34mm<jarak<36mm, akan tersisa60 ribu
pemilih

Filter jarak antara sudut mata ke pusat bawah hidung = 44mm<jarak<46mm,
akan tersisa 40 ribu pemilih

Filter jarak terjauh dari 2 telinga = 198mm<jarak<202mm, akan tersisa 30
ribu pemilih.

Filter jarak18 gurat buku jari, dengan jarak …, akan tersisa 30 orang
pemilih.

Filter gurat telapak tangan dengan rumus tertentu…, akan tersisa 5 pemilih
dengan 5 nama KTP berbeda.

Cocokan wajah dan postur ke 5 pemilih itu dengan foto yang terekam dipintu
masuk TPS, terkesan secara fisik sangat mirip.

Lakukan pengecekan alamat rumah yang tertera hasil scanning KTP yang
terekam.

Seandainya alamatnya ternyata palsu, maka orang itu akan dimasukkan dalam
DPO (Daftar Pencarian Orang).

Setelah ditemukan, ia akan diinterogasi atas dugaan kejahatan pidana serta
akan dilakukan penyelidikan pihak-pihak yang terlibat dalam manipulasi
suara.

Seandainya tebukti ada kontestan yang melakukan penipuan suara, maka
kemenangannya akan dianulir oleh MK dan otak pelaku kejahatan itu akan
dituntut dalam pengadilan perkara subversif.



*Prosedur Pelaksanaan*



Mungkin filtrasi cara 'manual' seperti itu akan menyita waktu beberapa
lama. Namun dengan menggunakan program yang dibuat secara khusus, proses
filtrasi bisa dilakukan secara otomatis dan lebih cepat. Hal teknis ini
tidak harus dilakukan sendiri oleh personil timses, namun bisa dilaksanakan
dengan menyewa tenaga professional IT dan penginput data.



Teman2,

Kemarin saya memposting topik "Verifikasi DPT atau Mundur Secara
Terhormat". Namun dengan inovasi perekaman pemilih di TPS, saya meng-
up-date metode tadi dengan inovasi terobosan *"Cegah Pemilih Gelap dan
Laksanakan Pilkada Bersih dan Tepat Waktu". *Mudah-mudahan inovasi
terobosan ini diterima akan diterapkan oleh segenap Kubu Kontestan, Panwas
dan KPU-DKI.



*Bagaimana seandainya sementara DPT tidak terverifikasi secara jujur, namun
prosedur perekaman identifikasi peserta tidak bisa dilaksanakan karena
tidak didukung Panwas ataupun dihambat KPU? *

* *

Seandainya saya adalah salah satu kontestan Pilkada dan saya tidak bisa
percaya akan kejujuran materi Pilkada ini, pasti saya laporkan bukti-bukti
kecurangan yang otentik kepada MK dan pasti saya akan tinggalkan lapangan
permainan. Secara pasti saya beserta segenap tim akan mengumumkan
pengunduran kesertaan dalam perebutan DPT dalam pilkada kepada KPU DKI,
kepada segenap kubu peserta pilkada dan kepada media massa dan publik ,
secara pasti, secara baik-baik, secara terbuka, secara jelas, dan dengan
cara yang terhormat.



Kita beri kesempatan seluas-luasnya bagi gubernur lama untuk memenangkan
dan menguasai lapangan DPT tersebut sebanyak-banyaknya dan sepuas mungkin.



*Logam* yang keras akan lumer oleh panasnya bara *Api*.

Nyala *Api *yang panas membara akan padam disiram kesejukan A*ir. *

*Air* yang melimpah akan lenyap diserap* Bumi* yang luas.

*Bumi *tumpuan pondasi yang kokoh tidak tahan ditembus akar pohon *Kayu*.

*Kayu* yang tumbuh menjulang akan patah ditebang kapak *Logam*.



Lawanlah dengan permainan sepenuh hati selama lapangan layak digunakan
untuk pertandingan sportif.

Seandainya tidak ada kemungkinan, jangan rebut DPT dalam tangan gubernur
lama.

K alahkan Fauzy Bowo dengan angin dan kejujuran.



Salam sejahtera,

Mulyadi Dharmadi









* *

* ______________________________________________________________2 Juli 2012*
**

* *

*** Lakukan Verifikasi DPT atau Mundur Secara Terhormat*

* *

Teman2,

Sementara 5 kubu Cagub Baru masih menolak DPT, ke 6 pasangan kontestan yang
ada sudah menanda tangani kesepakatan tata tertib Pilkada. Kesepakatan itu
bersifat teknikal karena tidak memuat status DPT yang hingga kini masih
dalam masalah dengan sejumlah kejanggalan signifikan. Sementara terjadi
penambahan 1,3 juta (23%) calon pemilih janggal, banyak laporan warga DKI
yang justru tidak memperoleh surat tanda peserta Pilkada.**

Dalam kegiatan Pilkada, kita perlu membedakan 2 pokok yang penting:
Substansial dan Teknikal.

Sementara Substansi berupa hal-hal pokok *materi dasar* bagi pelaksanaan
Pilkada, pokok Teknikal cenderung mengenai *metode pelaksanaan* Pilkada.
Salah satu inti terpenting Pilkada adalah DPT, yaitu materi yang akan
diperebutkan oleh setiap kontestan. DPT yang menggelembung merupakan
indikasi akan adanya sejumlah besar pemilih fiktif dalam pilkada.

Walau seluruh Cagub sudah menanda tangani kesepakatan teknis, 5 pasangan
Cagub baru masih menolak menanda tangani pengakuan DPT bermasalah itu.
Menurut saya, hal ini bisa diartikan bahwa 5 pasangan Cagub Baru hingga
kini masih tidak mengaku persetujuan atas materi substantif DPT yang
disajikan KPU.



*Proyeksi Pilkada Dalam Kaitan DPT Bermasalah*

Penanda tanganan kesepakatan tata tertib pelaksanaan Pilkada, bukanlah
pengakuan ataupun penolakan substansi DPT bermasalah. Ini ditunjukkan
dengan sikap 5 Cagub Baru yang masih menolak menanda tangani pengakuan atas
DPT yang sudah disiapkan oleh KPU.Walau DPT itu masih ditolak, hingga saat
ini belum ada peserta pilkada yang menyatakan pemboikotan Pilkada. Dalam
situasi yang belum pasti ini, saya akan menyampaikan suatu proyeksi,
seandainya Pilkada dilaksanakan dengan menggunakan DPT yang hingga kini
masih ditolak.

Saya tidak menganggap akan ada pihak kontestan akan melakukan pengacauan
dalam pilkada ini. DPT itu dianggap janggal karena dalam tempo 33 hari
terjadi penambahan penduduk secara besar-besaran (sebanyak 23% = 1,3 juta),
serta ditemukan sejumlah keanehan masif dalam daftar peserta. Kontradiktif
dengan begitu banyak penambahan penduduk 'fiktif', ternyata hingga kini
banyak pula warga DKI resmi yang seharusnya mempunyai hak pilih, tidak
tercantum di situ.

Seandainya benar akan ada penggelembungan suara, metode apa yang paling
mungkin dipakai?

Saya percaya dengan menggunakan beberapa metode sederhana, keberadaan
pemilih ganda akan mudah terdeteksi. Namun sementara Pemprov DKI memiliki
wewenang untuk menerbitkan KTP, metode yang paling rawan adalah penyewaan
sejumlah besar joki gelap untuk melakukan pemilihan untuk memberikan suara
fiktif. Jika dibandingkan dengan joki di wilayah jalan 3in1 Jakarta dimana
setiap kali naik mobil mereka meminta tarif pada kisaran Rp10ribu/orang,
saya kira cukup dengan bayaran Rp500ribu hingga Rp 1juta/orang, anggaran
maksimal bagi 1,3 juta orang joki cuma seharga Rp 1,3milyar. Harga anggaran
itu sangatlah murah dibanding biaya anggaran yang tersedia dalam kampanye
Pilkada DKI. Dan seandainya terjadi praktek ini, menurut perhitungan saya,
penggantian gubernur melalui pilkada ini adalah sesuatu yang mustahil.



*Proyeksi Pilkada DPT Bermasalah*

DPT bermasalah menimbulkan keengganan bagi sebagian besar pemengang hak
untuk mengikuti pilkada. Kondisi itu akan menguntungkan pihak pendukung
DPT bermasalah. Seandainya Pilkada menggunakan DPT bermasalah tetap
dilaksanakan, menurut prediksi, tidak mungkin akan terjadi penggantian
gubernur.

Apakah ada manfaat pengaduan dan penuntutan di PTUN?

Saat perjuangan para anggota PDI yang setia kepada mbak Mega, saya tahu
bahwa PTUN tidak akan ada manfaatnya. Namun saya tetap menyarankan metode
yang masih cukup aman itu, karena tidak mungkin ada kekuatan yang bisa
dibandingkan dengan dominasi ABRI saat itu. Kenyataannya, perjuangan
panjang 'membentur tembok' yang melelahkan itu baru terlihat jelas
efektifitasnya menjelang dan setelah Orba terguling.

Membandingkan dengan masa lalu, saya percaya bahwa MK dalam kepemimpinan
pak Mahfud MD memiliki kredibilitas serta netralitas yang setara dengan
Komnas HAM dimasa bakti almarhum Baharuddin Lopa. Sebaiknya sikap protes
atas kejanggalan DPT sudah bisa dilaporkan kepada MK sejak sekarang ini.
Namun seandainya pelaporan DPT dilakukan setelah para Cagub dinyatakan
kalah dalam Pilkada, saya kira MK akan sulit melakukan keputusan yang
efektif. Kenapa? Karena sudah agak terlambat. Istilahnya, sudah tahu hape
yang dijual rusak, tapi kita mau tetap membelinya. "Teliti sebelum
membeli. Barang yang sudah di beli, tidak dapat dikembalikan" adalah
pepatah pedagang yang sering kita dengar. Walau mungkin bisa dikabulkan,
pembeli ada pada posisi lebih lemah.

Apakah ada manfaat Cagub Baru ikut serta dalam pilkada?

Dengan asumsi bahwa Cagub Baru tidak akan menang, kesertaan Cagub Baru akan
cenderung sebagai para 'penggembira' yang akan meramaikan Pilkada. Walaupun
demikian, kesertaan para Cagub Baru sangat penting karena kekuatan
pengaruhnya untuk menutup kecurangan pilkada, serta peran vitalnya sebagai
legitimator bagi pengangkatan dan pelantikan gubernur produk pilkada itu.





*Apa yang para Cagub Baru bisa lakukan?*

*Berinsyatif untuk melakukan pengecekan DPT*

Ini harus dilakukan dengan meminta waktu, data serta izin KPU dan Panwaslu
untuk melakukan verifikasi data mengenai keberadaan seluruh subyek yang
tercantum dalam DPT itu. Para Timses Cagub Baru bisa menugaskan wakilnya
untuk bekerja sama serta meminta dukungan tim pengawas independen untuk
menemui dan melakukan identifikasi para calon pemilih yang terdaftar.
Setiap peserta DPT harus ditemui secara fisik oleh tim verifikasi untuk
diidentifikasi, serta dilakukan pemotretan wajah serta beberapa ciri fisik.

*Bagaimana seandainya permintaan ditolak? *

Saya berpendapat, seandainya para kontestan tidak percaya akan kebenaran
DPT, sebaiknya para Cagub melakukan pengunduran diri dari kesertaan Pilkada
secara baik-baik. Berani mengundurkan diri secara baik-baik, adalah sikap
'gentleman' yang sangat terhormat. Saya berpendapat, mengundurkan diri
secara baik-baik, lebih terhormat dibanding kalah dengan cara yang
menyakitkan.



Teman2.

Kita tidak ingin mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Kita juga tidak
akan melakukan sesuatu yang diluar kendali kita. Namun apapun yang kita
bisa, biarlah kita lakukan itu dengan cara yang benar. Lebih dari itu,
biarlah pekerjaan itu kita lakukan sebaik-baiknya karena dimulai dengan
niat yang mulia sebagai kontribusi positif kita bagi sesama.





Salam sejahtera,

Mulyadi Dharmadi **

* *

* *

*___________________________________________________________**20 Juni 2012*

* *



*** **Tidak Ada Runner-Up Gubernur **Hasil** Pilkada*

* *

v *Temuan** **DPT Janggal** **= Sampel** **Rekayasa DPT*

Perbedaan jumlah pemegang e-KTP DKI hingga 30 April dengan DPT produk 2
Juni ini terdapat selisih sekitar 23%. Kecurigaan DPT itu adalah hasil
rekayasa dalam upaya penggelembungan suara untuk menambahkan suara
bagi gubernur
lama, sering dilaporkan ke limaTimses Cagub Baru. Sementara ke lima kubu
Cagub Baru sudah melaporkan DPT dengan NIK kosong, kembar atau janggal. saya
yakin NIK fiktif sebenarnya jauh lebih banyak dibanding NIK janggal yang
sudah teridentifikasi secara pasti oleh para timses Cagub baru.Dengan
membandingkan
data 30 April, DPT yang terindikasi fiktif adalah sekitar 1,3 juta suara.

Penambahan begitu banyak suara fiktif, secara logis mengindikasikan bahwa
itu adalah salah satu teknik manipulasi penambahan suara.Kenyataan DPT ganjil
yang ditolak oleh 5 kubu Cagub Baru, tapi diterima oleh gubernur lama, kita
bisa menyimpulkan siapa dibelakang rekayasa DPT itu.

Bagaimana mungkin gubernur yang lama mampu melakukan rekayasa itu? Akhir
tahun lalu gubernur lama menerima 3,45 Trilyun dana anggaran proyek
normalisasi 13 sungai di Jakarta. Hingga akhir masa jabatannya, tidak
tampak ada proyek apapun bagi sungai-sungai yang hingga kini penuh sampah
dan berbau busuk itu. Seandainya anggaran itu hanya digunakan bagi proyek
fiktif, itu adalah satu sampel dari sekian trilyun panas dari anggaran
proyek fiktif yang sempat ditilap di masa kekuasaan gubernur lama.

* *

v *Tidak Ada Runner-Up Gubernur** **Dalam Pilkada*



Sementara gubernur lama menyatakan 'patuh' kepada KPU untuk memperebutkan
DPT bermasalah, para Cagub Baru terkesan ragu untuk memboikot Pilkada.
Bahkan salah satu kandidat Cagub baru terkesan menyerah kepada KPUD dengan
menyatakan akan mengikutgubernur lama mengikuti pilkada demi memperebutkan
suara dari DPT rekayasa itu.

Kita sadari seandainya salah satu kandidat menerima ekstra suara fiktif sebesar
23% suara, tidak mungkin ada kandidat lain yang bisa menyainginya. Seandainya
suara fiktif semua disediakan bagi gubernur lama yang berhadapan dengan 5
Cagub Baru yang dalam komposisi kekuatan yang seharusnya dalam probabilitas
50:10:10:10:10:10 akan menjadi 73:10:10:10:10:10. Dengan probabilitas
demikian, walau gubernur lama itu sudah tidak dipercaya masyarakat dan
tidak dikehendaki memperpanjang jabatannya lagi, berkat kekuatan 'suara
siluman' yang disiapkannya, hampir dipastikan gubernur dalam 1 putaran akan
unggul secara mayoritas diatas 50%. Sedangkan dari ke 6 kontestan, yang
dipilih dan dinyatakan sebagai pemenang, hanyalah akan ada 1 kubu yaitu
yang meraih suara pemenang. Itu berarti kubu peraih suara terbanyak ke2=
ke3= ke4= ke5= ke6 adalah= kubu yang kalah dan bukan gubernur terpilih
Pilkada.

* *

v *Tolak** **DPT bermasalah sejak dini secara** **K**onsisten** **dan sikap
** **K**ongruen*

DPT bermasalah adalah awal dari masalah DKI yang bisa berkelanjutan. Jika
tidak mau masalah, jangan terima masalah. Namun jika yakinjawaban ulangan
kita sudah benar, jangan pedulikan jawaban teman di sebelah.

Jika kita sudah tahu DPT yang disediakan adalah salah, protes dan
penolakkan adalah hak para pemain. Calon juara All England, secara dini
akan meminta time-out agar petugas bisa mengeringkan lapangan yang basah
dan licin. Bahkan pemain profesional beserta tim suksesnya, secara serius
tidak akan mau mengambil resiko seandainya sebelum pertandingan diketahui
bahwa lapangannya rusak atau licin.

Menyaksikan pengalaman keberhasilan berkuasa di Jakarta selama 15 tahun,
mau tak mau kita harus percaya gubernur berkumis inimemang akhlinya bidang
kemacetan dan akhlinya bidang kebanjiran. Namun menyaksikan penambahan DPT
yang sanggup menambah penduduk DKI sebanyak 23% dalam waktu 33 hari, mau
tak mau kita harus kembali mengakui ketrampilan tangan pak kumis
menciptakankeajaiban
ini. Saat ini gubernur lama mengambil peran sebagai pelopor yang menerima
DPT bermasalah itu. Seandainya jejak pelopor pro DPTbermasalah ini diikuti
oleh kontestan lain, maka mereka yang terpimpin mengikuti gaya permainan
kumis, pasti akan dikalahkan oleh kandidat berkumis itu.



*Consistent* berarti secara mantap terus melaksanakan hingga selesai. Jika
kita memutuskan untuk meminta perbaikan DPT, tidak usah ragu terus saja
perjuangkan. Jika kita ragu,

sebentar menerima dan sebentar menolak lagi, itu berarti tidak konsisten.
Para Cagub Baru yang menolak DPT bermasalah, harus secara serius tetap
memperjuangkan tuntutannya hingga haknya dipenuhi.



*Congruent** *berarti harmonis atau sepadan. Jika kita sudah menolak DPT
bermasalah, jangan mau menggunakannya. Jika kita mau menerima DPT
bermasalah, jangan protes lagi jika kalah karena hasil kemenangan akan
diberikan bagi pelaku rekayasa.







v *Lalu** **apa yang harus kita lakukan?*



Ø *Bandingkan data e-KTP dengan data DPT*

Jangan terpancing masuk melawan dalam lapangan manipulasi gubernur lama.
Pak Mendagri menyarankan agar kita membandingkan DPT dengan daftar e-KTP
DKI per 30 April yang lalu. Sebaiknya para Timses Cagub baru meminta
soft-copy data dari Depdagri. Pilih 200 sampel data e-KTP secara acak,
lakukan verfikasi di rumah tempat tinggal para pemegang e-KTP yang
tercantum pada data tersebut. Seandainya kebenarannya diatas 97%, untuk
menghemat waktu, sementara kita terima bahwa data itu benar. Kemudian
ke 5 Timses
Cagub Baru perlu membandingkan dengan soft copy DPT dari KPUD. Kumpulkan
penambahan penduduk yang tidak tercantum dalam E-KTP namun tercantum dalam
DPT dalam Daftar Obyek Investigasi. Secara acak, pilih 1000 calon pemilih
dari DOI itu untuk dilakukan verifikasi di rumah-rumah mereka di Jakarta.
Seandainya ternyata obyek yang tidak terverifikasi di bawah 5%, ada
kemungkinan DOI itu memang aktual. Seandainya obyek tidak terverifikasi
antara 10-50%, kemungkinan terjadi tindakan kriminal manipulasi dengan
metode pencampuran (yang aktual dioplos dengan yang fiktif). Seandainya
obyek yang tidak terverifikasi diatas 50%, ini adalah suatu rencana
kejahatan rekayasa Pilkada. Demi efektifitas, verifikasi ini harus sudah
tuntas dilakukan dan dilaporkan sebelum Pilkada dilaksanakan.

Ø *Laporkan temuan kejanggalan DPT kepada Presiden, (**K**etua) MK**,** **(
**K**etua) MPR.*

Ø *Jangan ikut serta Pilkada sementara masalah DPT belum jernih dan
diperbaiki.*

Ø *Lakukan segala sesuatu secara benar sesuai dengan kaidah** **peraturan
dan** **hukum yang berlaku.*

Ø *Seandainya DPT sudah diperbaiki hingga benar dan bisa diterima oleh
segenap pemain, laksanakan** **Pilkada** **dengan** **sangat**waspada.
Antisipasi segala trik yang mungkin dilakukan secara tidak jujur. *

* *

* *



v *Satu Gubernur** **pemenang Pilkada.** **Dua** **P**iala** **bagi
peserta Pilkada.*

Final suatu pertandingan, seharusnya akan menghasilkan satu pemenang. Kita
semua pasti ingin menang, dan jika menang tentu harusdengan cara yang
bermartabat. Seandainya lapangan yang disediakan sudah menentukan hasil
final tanpa melalui pertandingan, kesertaan para peserta hanya
dimanfaatkan sebagai syarat formal demi legitimasi pengangkatan pemenang.
Para pemain sejati pasti merasa lebih jantan jika dengan segenap kekuatan
bertanding all-out di lapangan yang masih membuka kesempatan bagi kemenangan
mereka. Tidak guna bertanding pada lapangan yang tidak layak. Tunda
pertandingan lebih baik, dibanding bertanding untuk kalah karena menghadapi
orang yang sudah disiapkan dengan cara rekayasa.



Memang benar, tidak ada runner up gubernur dalam Pilkada. Namun dalam hati
bangsa Indonesia tersedia dua macam piala bagi parapetarung yang sportif:
Menang secara bermartabat. Kalah secara terhormat.



Teman2,

Jumat siang kemarin, saya sengaja ke Jakarta untuk menyampaikan surat
kepada presiden SBY ke kantor SekNeg. Selain memohonkan perhatian bapak
Presiden, saya mengusulkan agar pemegang e-KTP DKI yang terdaftar hingga 30
April bisa dijadikan sebagai calon pemilih yang berhak untuk mengikuti
Pilkada DKI. Jumlah 5.660.660 penduduk pemegang e-KTP, itu adalah penduduk
DKI yang memenuhi tanggung jawab atas panggilan wajib e-KTP sesuai batas
waktu ditentukan, adalah populasi yang cukup tepat untuk mewakili Jakarta
dalam memilih pemimpinnya. Selain itu, jumlah yang sudah pasti 5.660.660
itu akan menghindari polemik baru yang bisa memusingkan.

Kita harapkan sekembalinya ke tanah air, bapak Presiden akan menjernihkan
masalah sangat vital Ibu Kota kita. Dukung dalam doa agarpemilih yang
berhak akan secara bertanggung jawab aktif dalam Pilkada yang berkwalitas untuk
menentukan pemimpin baru yang palingtepat bagi Jakarta serta sesuai bagi
Indonesia. Amin.



Salam,

Mulyadi Dharmadi

* *

* *

* *

* *









*
____________________________________________________________________________________________
**9 Juni 2012*

* *



**** *Tinggalkan Polemik DPT : Boikot Pilkada*





Teman2,

KPUD menyatakan siap menerima dan akan mencatat setiap protes, tuntutan dan
somasi para Cagub Baru sebagai berita acara, namun catatan itu tidak akan
mengganggu jalannya pilkada DKI.

Cerita dulu nih …

· Tahun 2007, saat debat Cagub DKI di TV, pembawa acara menanyakan:
Apa solusi bagi kemacetan dan banjir Jakarta? Cagub A menjawab: "Serahkan
pada ahlinya. Coblos kumisnya". Cagub B menjawab: " Eh salah, potong aja
kumisnya". Seperti yang dulu saya tulis di milis, Cagub B yang tidak
memelihara kumis, terpancing masuk dalam gaya permainan Cagub A yang
kebetulan berkumis. Karena sub-concius-mind pemirsa cenderung tidak
mencerna kata 'potong', maka yang diingat pemirsa adalah kata 'ahlinya' dan
'kumisnya'. Sejak saat itu, dalam sub-concious-mind (memori-bawah-sadar)
pemirsa, akan terekam anchor (short-cut/ konotasi ingatan) yang mempercayai
bahwa cagub yang berkumis adalah sang akhli yang mampu dan akan mengurusi
banjir serta macetnya Jakarta.

*Seandainya Cagub B ingin unggul, jangan bermain dengan gaya permainan yang
dikuasai lawannya:** **Collapse** **anchor Cagub A dan** **ganti**: "
Masalah itu tidak bisa diatasi dengan menggunakan kumis, karena kumis** **tidak
bisa** dan** **tidak akan** **melakukan apa-apa. Untuk itu kita mulaidari
sini** **(telapak tangan mendekap** **jantung,** isyaratkan** **mata** **yang
menyorot dan sentuh** **kening)**. Beri** **nilai tambah**: "Untuk
mengurangi erosi dan hambatan aliran, saya akan** **perbaiki** **dinding
dan dasar sungai dan jaga** **kebersihan aliran** **air setiap saat, …
setiap saat ... Jika sungai bersih dan bebas tumpukkan sampah, air sungai
akan mengalir dengan lancar ke laut, insya Allah Jakarta tidak akan
banjir... Saat ini jalur bis yang menyita sekitar 25% lebar jalan, biasanya
kosong, karena hanya boleh digunakan oleh beberapa puluh bis-bus-way,.
Sementara dalam kepadatan ratusan ribu kendaraan (termasuk bis-non-bus-way)
hanya bisa tersisa 75% lebar 'kotor' jalan. Namun dalam penggunaan jalan
yang makin sempit itu diperparah dengan posisi bus-way, tanggul pemisah
yang membahayakan, jembatan serta halte bis-bus-way di tengah jalan,
sehingga lebar jalan efektif berkurang lagi sebesar 10%. Dalam kompresi
(pemampatan) sekian banyak kendaraan dengan masing-masing perilaku dan
kepentingan), yang dijejalkan untuk bersaing memperebutkan (ngetem, saling
potong, serobot) jalur yang tersisa (65% lebar efektif), akan menimbulkan
gaya gaya 'friksi' (hambatan akibat 'gesekan alur'), akan menghasilkan
perlambatan yang setara dengan pengurangan 10% lebar efektif, sehingga
kesalahan konsep lokasi jalur 'bis', setara dengan pengurangan 45% lebar
efektif jalan. Kebalikkannya… Seandainya jalur di sebelah kiri dijadikan**
**Public Transportaion Way** **tanpa tanggul, dimana jalur yang secara
tertib bisa dipakai oleh semua kendaraan bagi kepentingan para penumpang
umum, maka ketertiban itu akan setara dengan penghematan 10% lebar jalan.
Selanjutnya pada trotoir sebelah kiri kita bangun** **
1-Stop-Public-Trans-Shelter** **yaitu barisan-multi-terminal-halte yang
berfungsi menurunkan dan menaikkan penumpang secara serempak (misal
sekaligus 10 kendaraan berbaris dengan kesempatan ngetem untuk dropping/
lifting paling lama 180 detik, maka akan terjadi penghematan waktu yang
setara dengan 10% lebar jalan. Berkat kepraktisan penggunaan
Public-Trans-Way dan 1-Stop-Public-Trans-Shelter, banyak orang ke/ di/ dari
Jakarta memilih menggunakan transportasi umum, yang akan mengurangi
penggunaan kendaraan pribadi yang menyita luas jalan, sehingga setara
dengan penghematan 10% lebar efektif jalan. Jadi dengan konsep 'hati – mata
– ide', kita akan menghapuskan pemborosan 45% lebar efektif dan menghemat
30% lebar efektif, sehingga secara total ditaksir akan mereduksi kemacetan
hingga 45%+ 30%= 75%... **Libatkan pemirsa:** **"Mungkin diantara pemirsa
ada yang memiliki gagasan pesawat pembersih air sungai atau pengering
banjir…? Saya tertarik dan akan terbuka untuk itu… "*

· Sejak keluar kuliah, saya suka main badminton. Karena tenaga fisik
lemah (pengaruh psikotropika), hanya wanita yang mau mengajak saya main.
Namun setelah pak Eduard Ladasi bergabung di PB, beliau selalu mengajak
saya berpasangan dengannya. Bahkan dengan pak Edi, saya berani melawan
pasangan pria dimana yang seorang terkenal dengan smashnya yang sangat
kuat. "Ayo kita habiskan Mul…"kata pak Edi. Mereka kami kalahkan karena
tidak terpancing melawan dengan gaya smash kuat. Tanpa menguras tenaga,
kami menang dengan gaya halus, main netting yang tipis-kecil.



* *

Dalam perspektif lebih jauh, saya kira saat ini DPT bermasalah itu bagai
bola yang dikendalikan kekuasaan triad KPUD - gubernur lama - Catatan Sipil
DKI. Jika kita terpancing untuk mengikuti polemik DPT tersebut, kita akan
mondar-mandir mengikuti bola dalam lapangan wilayah kekuaan triad. Tenaga
dan waktu kita akan terkuras karena triad itu adalah kerja sama dari 3
komponen saling terikat dan saling mendukung untuk memberikan kita hasil
seperti target yang sejak semula mereka rencanakan.

~ ~ ~

Saya merasa lega karena akhirnya 5 timses menunjukkan kesiapan untuk
memboikot pilkada seandainya KPU tidak memperbaiki DPT; Keputusan yang
tepat.

Pada pertandingan badminton internasional, seandainya lapangan basah oleh
keringat, pemain akan minta ijin waktu jeda, supaya petugas bisa
mengeringkan lapangan licin dan berbahaya. Karena itu, akan lebih aman,
seru dan tidak membosankan pemirsa, jika para Cagub Baru untuk sementara,
sambil menghemat tenaga, keluar dahulu dari lapangan yang sementara
dikuasai triad. Setelah polemik DPT dibersihkan, dengan tenaga dan
semangat yang sudah kembali fresh, para Cagub Baru bisa kembali memasuki
pertandingan terhormat yang bersih dan lebih menarik.

Para Cagub baru perlu mengambil sikap itu.

Mungkin pedoman ini bisa diterapkan. Para timses Cagub baru, bisa melakukan
komunikasi dan perundingan informal untuk mengambil kesamaan sikap. Ini
bisa dilakukan sebagai berikut:

1. Segenap Timses Cagub Baru secara resmi menyusun *Surat Pernyataan Bersama
* yang berisi: *Penolakan* atas DPT yang secara*otentik* dan
*signifikan* bermasalah,
serta *Permintaan* agar Pilkada DKI menggunakan DPT berdasarkan data dari
e-KTP versi 30 Mei 2012. Seandainya hingga *batas waktu** *(saya usulkan
Senin 18 Juni 2012 / 23 hari sebelum tanggal Pilkada) belum ada perbaikan,
para Cagub minta *Pilkada diundur* untuk masa reses, atau para Cagub akan
melakukan *pemboikotan*. Surat Pernyataan Bersama ini ditanda tangani oleh
para *Cagub, Cawagub dan Ketua Timses* baru yang akan ditujukkan kepada *
KPUD** *disertai tembusan bagi Mendagri, Presiden, Mahkamah
Konstitusi, MPR serta
terbuka kepada masyarakat.

2. Para Timses Cagub *harus segera* (Senin 11 Juni juga boleh)
mengajukan *gugatan
resmi* yang disampaikan kepada *Mahkamah Konstitusi*. Gugatan itu
menyampaikan laporan akan kasus DPT yang menunjukkan *
kejanggalan-kejanggalan* yang diduga secara terencana disusun dan
ditetapkan secara sepihak oleh KPU-DKI. Selanjutnya seandainya Surat
Pernyataan Bersama tidak ditanggapi KPU-DKI *dalam jangka waktu yang diminta
*, para kontestan yang menanda tangani Surat Pernyataan Bersama, akan
melakukan*pemboikotan Pilkada* serta *melimpahkan kasus perkara* ini untuk
diselesaikan melalui *keputusan pengadilan Mahkamah Konstitusi*.



Teman2,

Waktu baru pindah ke SMA Fons Vitae, saya adalah murid pemalu yang
prestasinya kurang bagus. Waktu itu guru fisika kami adalah seorang guru
'killer' yang saat ulangan hanya memberi 2 macam nilai, yaitu nilai 8 bagi
yang betul 100%, dan nilai 5 bagi yang memiliki kesalahan (ini seperti
sistim binary: 1 dan 0, atau artinya jika tidak nilai= 100, maka nilainya=
0). Saat itu ada 2 anak yang dapat nilai 5 (saya dan seorang teman), sedang
48 anak lainnya bernilai=8. Mungkin karena di SMP saya sering disebut
guru-guru paspal sebagai 'si tukang bikin rumus', saya melihat ada
kejanggalan dalam penggunaan rumus Fisika. Ketika saya protes, pak
Sumartono (belakangan menjadi bapak baptis saya) menyadari adanya kesalahan
rumus. Saat itu kertas ulangan kami dikumpulkan kembali. Nilai 5 di kertas
dua murid dicoret dan diganti dengan angka 8. Lalu 48 orang teman saya
cemberut karena nilai 8nya dicoret pak guru, diganti dengan angka 5. (Wah,
rupanya anak baru ini ternyata pinter bikin kesel juga ya…?)

Teman2,

Tidak guna para Cagub Baru ikut Pilkada meperebutkan suara dari DPT hasil
rekayasa. Pemboikotan akan tetap efektif walau hanya dilakukan oleh satu
adau dua kubu Cagub Baru. Namun akan lebih kuat lagi jika pemboikotan
dilakukan secara serempak oleh ke lima kubu yang menolak DPT fiktif.

Biarlah sementara kondisi lapangannya belum aman, para pemain keluar
dahulu. Kini kita beri kesempatan saja bagi gubernur lama untuk bertanding
badminton sendirian, sehingga ia bisa meraih suara DPT tersebut sendirian:
Sepuas-puasnya. Toh nanti hasilnya bakal dianulir MK. Walaupun menang
semuanya dan meraih= 122,4 % suara, karena DPTnya memang bodong, kumispun
akan gugur sendiri menjadi = NOL. walau demikian, seandainya lapangan sudah
kering, tidak licin yang memungkinkan para pemain leluasa bermain secara
all-out, mereka bisa kembali memasuki lapangan dengan aman, dan para
penonton puas menyaksikan pertandingan bermutu yang seru.

Saya senang kalau teman PB Garuda atau PBSS bilang: "Ayo Mul, kita cari
keringat. Menang atau kalah, yang penting hati senang." Tapi akan lebih
gembira jika pak Edi mengajak: "Ayo Mul, kita cari lawan yang seru. Kita
akan habiskan si Gagan dan om Epek. Kalah senang, menang apalagi…"

Ayo, teman2.

Dengan rasa tanggung jawab kita bantu lancarnya Pilkada DKI. Dukung Cagub
pilihan masing-masing: Kalah secara terhormat. Menang dengan bermartabat.



Salam,

Mulyadi Dharmadi











* *

*_________________________________________________________________________**5
Juni 2012*







*** 5 Cagub Tolak DPT : What Next?*



Teman2,

Dengan mengabaikan protes dan kritik, 2 Juni lalu KPUD menetapkan DPS yang
menggelembung dengan penambahan calon pemilih fiktif menjadi DPT.

Sementara gubernur lama mendukung keputusan KPUD, 5 timses Cagub baru
menyatakan penolakkan, karena indikasi penggelembungan calon pemilih fiktif
dengan jumlah sangat signifikan.

Sebenarnya apa dasar penetapan DPT?

*1 Mei* *2012:* Di Balaikota DKI

*Mendagri Gamawan Fauzy* memberi penghargaan kepada gubernur DKI karena
keberhasilan Pemprov DKI mendata 100% penduduk dalam pelaksanaan program
wajib e-KTP dengan total seluruhnya adalah 5.660.660 orang. Walau jumlah
ini dibawah target yang diharapkan Pemprov DKI (7.472.259 orang). Namun
pada kenyataan setelah seluruh penduduk DKI memenuhi panggilan, jumlah
yang terekam pada e-KTP hingga 26 April 2012 sudah terhenti pada angka
5.660.660 orang. Angka itu sudah tidak bisa bertambah lagi karena total
100% jumlah penduduk berdomisili di Jakarta yang mendapat panggilan, sudah
datang melaksankan perekaman wajib e-KTP di kantor Pemprov DKI. Gubernur
Fauzy Bowo, mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya dari
Mendagri dan berterima kasih atas kesempatan pertama bagi Pemprov DKI
dalam penerapan KTP Elektronik (e-KTP) berbasis NIK Nasional.



*2 Juni 2012*: KPUD secara sepihak menetapkan DPS menjadi DPT

Setelah simpang siur revisi dengan perhitungan yang kacau dan tidak jelas,
kritik dan protes atas dugaan penggelembungan DPS, 2 Juni 2012, KPUD
menetapkan DPT yang akan mengikuti Pikada menjadi 6.983.692.

Dibandingkan dengan jumlah pemengang e-KTP dengan NIK resmi adalah =
6.983.692- 5.660.660= 1.323.032 atau terdapat penambahan sebesar 23,4%.

Keanehan lainnya adalah, justru setelah beberapa kali revisi sebelumnya
dimana KPUD mengaku sudah mencoret ratusan ribu suara fiktif jumlah DPT
justru tidak banyak berubah.

KPUD sendiri mengaku tidak menggunakan data e-KTP dalam menetapkan DPS dan
DPT, melainkan dengan cara mengunjungi penduduk dari rumah ke rumah. KPUD
mengaku telah mendapatkan informasi dengan cara menanyakan pengakukan para
penduduk. Sedangkan penambahan jumlah penduduk dibanding data e-KTP versi 1
Mei 2012, karena KPUD sudah memasukkan semua penduduk yang belum ber e-KTP
namun pada tanggal 11 Juli sudah berusia 17 tahun.



*Mana yang lebih akurat:* e-KTP atau kunjungan KPUD dari rumah-rumah?


*Data e-KTP:** ** **100% total* penduduk DKI yang hingga *30 April* 2012
sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah Jumlah* **5,660.660** *adalah*100%
akurat* untuk penduduk DKI hingga saat itu. sehingga bisa dijadikan dasar
sebagai warga DKI yang berhak memilih yang pengesahannya sudah *diperkuat*
oleh pernyataan* **Mendagri* dan Fauzy Bowo.

*Kunjungan KPUD:* Dari rumah-kerumah adalah pekerjaan yang tidak efektif,
simpang siur dan sulit dicek kebenarannya. Karena tanpa kepemilikan e-KTP,
NIK maupun kehadiran calon pemilih tidak diperlukan, maka Informasi yang
diterima adalah sebatas pengakuan warga yang sempat ditemui. Konon
kelebihan sekitar 1,3juta DPT dari data e-KTP disebabkan dimasukkannya
penduduk DKI akan berusia 17 tahun antara 1 Mei hingga 11 Juli (banyak
sekali?). Karena KPUD memasukkan Karena sumber informasi tidak jelas serta
prosedur pelaksanaan yang tumpang tindih, resiko penyimpangan sangat
tinggi. Itulah sebabnya para Timses banyak menemukan kejanggalan yang kasat
mata seperti DPS ganda. NIK yang kembar/ tidak standar/ luar Jakarta/
fiktif/ kosong dll. Karena tidak ada patokan yang standar itulah, KPUD
menyatakan bahwa jumlah DPS tidak pasti dan setiap saat selalu berubah.
Lagi pula, seseorang yang akan berusia 17 tahun tanggal 11 Juli, belum
memiliki e-KTP dan berdomisili di luar Jakarta dan belum pernah ditemui
petugas, bagaimana pula sudah dimasukkan sebagai calon pemilih resmi yang
sudah masuk ke dalam DPT tanggal 2 Juni? Artinya metode yang digunakan
oleh KPUD tanpa standar yang pasti, makal DPT yang dihasilkan adalah *TIDAK
AKURAT*.

* *

* *

*3 Juni 2012:* Dari pihak para Cagub terdapat 2 kubu yang berbeda.

1. Satu Timses (gubernur lama) menyatakan 'dukungan' terhadap
keputusan KPUD yang menetapkan DPT tersebut. Banyak orang menduga, sebelum
pilkada dimulai, kubu gubernur lama akan sudah mengantungi 1,323.032 suara
fiktif.

2. Lima Timses (Cagub Baru) menolak DPT tersebut, karena beberapa
indikasi sangat jelas yang menunjukkan terjadinya rekayasa
penggelembungan dengan jumlah signifikan. Penambahan suara fiktif itu bisa
diketahui dengan bukti-bukti otentik sangat jelas.

Saya agak heran jika dalam melaksanakan program e-KTP, Desemver 2011
pemprov DKI MENETAPKAN TARGET = 7.472.259 ORANG (bukan PRAKIRAAN JUMLAH
ORANG ataupun PERSENTASE PELAKSANAAN (misalnya 100% TERLAKSANA). Istilah
target sebenarnya berarti sasaran diingini yang akan diperjuangkan.
Mengingat angka target e-KTP Desember 2011 sangat dekat dengan jumlah DPS
versi pertama KPUD , saya menduga bahwa sebenarnya sudah lama gubernur lama
merencanakan penggelembungan DPT.

Sikap 5 kontestan Cagub baru yang menolak DPT yang menggelembung adalah
keputusan yang benar.

Demi menjaga netralitas, saya berusaha menjaga jarak sama dengan ke5 Cagub
baru yang menolak DPT fiktif. Karena itu saya tidak akan memberikan
informasi konsep solusi teknis (banjir dan macet) secara personal kepada
salah satu kandidat, selain apa yang akan saya sampaikan secara umum kepada
publik.

Seandainya kelak ada satu diantara ke 5 Cagub baru (semoga demkian)
berhasil memenangkan jabatan Gubernur dalam Pilkada DKI ini serta tertarik
untuk membeli konsep, saya akan membantunya secara baik dan bertanggung
jawab.

*What Next?*


Penolakan 5 kandidat Gubernur Baru adalah kekuatan dasar yang mampu
menggagalkan rekayasa DPT. Namun dasar itu harus diteruskan dengan tindakan
yang konstruktif:

1. Masing-masing Timses Kandidat Baru membuat pernyataan tertulis yang
berisi penolakkan terhadap DPT yang tidak sama yang ditujukan kepada
KPUD-DKI dan Panwaslu. Penolakkan itu tidak bisa diartikan sebagai
pengunduran diri, tetapi sebagai pernyataan tidak yakin akan akurasi data
yang dalam DPT adalah sepenuhnya benar dan legal.

2. Ke 5 Timses Cagub Baru menyusun *Surat Pernyataan Bersama* dalam
bentuk *Pengaduan** *serta *Keberatan** *penetapan DPT berdasarkan metode
yang digunakan oleh KPUD, serta *Memohon** *agar penetapan DPT bisa
ditetapkan sesuai dengan data e-KTP per 20 April 2012. Surat Pernyataan
Bersama akan *Ditandatangani Bersama* oleh ke 5 Tim (Cagub, Cawagub dan
Ketua Timses DKI) sebagai pihak yang mengajukan.

3. Surat Pernyataan Bersama akan disampaikan kepada *Mendagri Gamawan
Fauzy*, yang akan juga disampaikan sebagai tembusan bagi *Presiden
RI*, *Mahkamah
Konstitusi*/up Ketua MK dan kepada *MPR*/ up Ketua MPR serta terbuka
untuk disosialisasikan kepada pers dan masyarakat.

4. Seandainya KPUD tidak melakukan koreksi atas DPT itu hingga Senin
11 Juni, ke 5 Timses Cagub Baru sudah harus mengajukan *GUGATAN RESMI* atas
DPT yang dibuat KPUD yang ditujukan kepada *MAHKAMAH KONSTITUSI*.

5. Ke 5 Timses Cagub Baru harus *berembuk* untuk mencari kesepakatan
sikap menyambut Pilkada 11 Juli. Salah *satu pilihan*yang paling efektif
berdasarkan *Kesepakatan 5 Cagub Baru* untuk *memboikot Pilkada* dan
membiarkan Foke sendirian meraih 100,00% suara yang pasti akan dianulir
oleh MK. Tanpa harus dilawan, Foke akan gugur dengan sendirinya.

Teman2,

Kita harapkan atas perhatian bapak Presiden SBY, bapak Mendagri Gamawan
Fauzy bisa membantu menengahi karuk-maruk DPT DKI sesegera mungkin. DPT
yang baku dan benar agar Pilkada bisa dilangsungkan secara tepat waktu.
Seandainya perbedaan ini bisa diselesikan sebelum pilkada, kita bisa
menghindari kemungkinan adanya diskualifikasi, pembatalan ataupun pilkada
ulang yang akan memboroskan energi dan biaya serta bisa mendatangkan
ketidak pastian ibu kota yang akan berdampak secara nasional.

Salam,

Mulyadi Dharmadi





________________________________________________________________________*4
Juni 2012*

* *

*** Tanggung jawab KPU : Pastikan DPT= DCS= eKTP= 5.660.660*

* *

Teman2,

2 hari yang lalu tanggal KPU DKI mengumumkan Daftar Calon Pemilih Sementara
(DCS) versi 30 Mei, sebagai revisi jumlah DCS versi 20 Mei dengan
menghapus 800ribu DCS fiktif. Namun menurut laporan pengecekan pihak
kontestan, DCS fiktif yang tersisa sangat banyak, yaitu masih sebanyak
1.269.577 (=22,7%) lebih banyak dari pemegang e-KTP yang adalah sebesar
5.660.660 orang.

Menurut rencana, 1 Juni hari ini KPU akan mengumumkan DCS versi terbaru
untuk esok hari 2 Juni disahkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pekerjan KPU sebenarnya tidaklah rumit. Cukup mengkopi data pemilik e-KTP
untuk dijadikan sebagai DCS bagi DPT. Cukup itu saja, tidak perlu
diperbanyak lagi. Mudah dan sederhana. Sebagai mana data yang tertera pada
e-KTP DKI yang berjumlah 5.660.660 orang, itulah DCS yang layak disahkan
sebagai DPT.

Seandainya DCS yang akan diumumkan hari ini berjumlah cukup 5.660.660,
yaitu bagi semua pemilik e-KTP DKI yang sah, saya kira tidak ada masalah
seandainya KPU menetapkan DPC itu menjadi DPT.

Namun seandainya belum sama, agar tidak menimbulkan kekacauan, KPU harus
menunda penetapan seraya memperbaiki serta memberikan klarifikasi yang
diperlukan.

Di lain pihak, saya sangat mengharapkan kerja cepat segenap tim sukses dan
pihak independen untuk membagi tugas dalam meneliti DCS yang akan diumumkan
pagi ini.

Saya harap dalam kerja cepat sistimatis bersama dengan pembagian tugas 20
orang dalam 1 tim, pemeriksaan 5,7juta data DCS akan bisa selesai dalam
waktu 180 menit. Agar mudah, bisa dibandingkan dengan info data DCS yang
dianggap sah versi 30 Mei.

Seandainya DCS versi 1 Juni diumumkan jam 9 pagi, dengan kerja cepat tim
jam 12 siang sudah teridentifkasi seandainya ada kejanggalan.

Setelah itu jam 13 sudah hasil pengecekkan bisa
dikonfirmasikan/dipertanyakan kepada KPU. Selanjutnya KPU memiliki waktu
beberapa jam untuk memberikan klarifikasi seandainya ada keraguan.

Namun akan lebih baik lagi setelah pengumuman DCS versi hari ini, KPU
memberi waktu jeda beberapa hari untuk menunggu seandainya ada pertanyaan,
konfirmasi sambil memberikan klarifikasi hal2 yang diperlukan.Seandainya
sudah tidak ada masalah yang signifikan, tentu DCS itu sudah benar dan siap
disahkan menjadi DPT.



Teman2,

Di era digital kini, pekerjaan copying& pasting dan sorting& counting
adalah mudah dan cukup cepat.

Let us keep those easy things simple.



Salam,

Mulyadi Dharmadi

* *

* *

______________________________________________________ *1 Juni 2012*

* *

*** Pilkada Sukses = Ibu Kota Lancar = Indonesia Jaya*

Teman2,

Menjelang putaran awal Pilkada DKI, saya membaca beberapa kejanggalan kasat
mata yang bisa mempengaruhi hasil bahkan keabsahan pikada DKI.
Keluhan-keluhan itu antara lain…

1. Selama masa tenang, semua poster para kandidat kecuali pak Fauzy,
harus diturunkan dari tempat umum. Saya berpendapat, agar peraturan itu
bersifat netral, selama masa tenang, semua poster kandidat gubernur DKI
harus sudah diturunkan dari tempat publik TANPA KECUALI. Sudah 5 tahun ini
pak Fauzy memasang posternya di tempat2 umum. Jadi walau tanpa poster di
masa tenang menjelang pilkada , para pemilih pasti sudah kenal pak Fauzy.

2. Sejumlah laporan menyebutkan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS)
jauh lebih banyak dibanding para pemegang e-KTP. 30 Mei kemarin KPU DKI
melakukan koreksi dengan menyatakan sudah mengurangi 800ribu suara fiktif.
Namun, sebuah laporan hari ini menyatakan jumlah DPS masih 1.269.577 jiwa
(setara 22,7%) lebih banyak dibanding pemegang e-KTP DKI. Kelebihan jumlah
DPS dari pemilik KTP DKI adalah pemilih fiktif dengan Nomor Induk
Kependudukan (NIK) ganda, tanpa NIK , NIK non DKI, NIK tidak standar dan
NIK palsu.

Selisih ini adalah suara fiktif yang merupakan indikasi akan terjadi
penggelembungan suara. Sementara protes masih berlangusung, KPU menyatakan
1 Juni besok akan diumumkan rencana daftar DPT sebelum secara resmi
ditetapkan lusa tanggal 2 Juni 2012. Saya berpendapat penertapan itu
hanya boleh dilaksanakan setelah KPU membetulkan jumlah DPS (draft DPT)
sehingga jumlahnya persis sama dengan 5.660.660 orang (pemegang e-KTP
DKI). Seandainya jumlahnya belum sama, agar tidak menimbulkan masalah di
kemudian hari, KPU harus melakukan klarifikasi dengan penjelasan logis,
otentik serta transparan atas terjadinya kesalahan signifikan yang sangat
kasat mata ini. Seandainya KPU tidak bisa menjelaskan alasan secara
bertanggung jawab, KPU belum layak menyatakan DCS itu sudah ditetapkan
menjadi DPT yang sudah tidak boleh dikoreksi lagi. Apalagi selsisih
sebesar 22,7% adalah nilai besar yang sangat signifikan. Antisipasi
kecurangan sebelum terlanjur kekacauan terjadi.

3. Dikhawatirkan bisa terjadi politik uang. Setiap kontestan yang
terbukti melakukan money politik harus digugurkan. Namun sebelum hal itu
terjadi, akan lebih produktif jika semua tim sukses, segenap peserta,
pengawas dan penyelenggara pilkada mawas diri dan senantiasa waspada.
Antisipasi lebih baik daripada mengobati.

Sementarra KPU DKI masih belum menyatakan koreksi terbaru DPS (mudah2 an
esok jumlahnya sudah cukup 5.660.660 orang, 100% persis), kita bersyukur
Cagub-gubernur Fauzy Bowo akhirnya menyatakan siap mengikuti diskusi dengan
para calon gubernur DKI yang lainnya. Pada era modern, pemilih cerdas
perlu mengetahui kwalitas pemimpin dengan mempelajari visi dan wawasannya,
karena dari situ kita bisa memprakirakan kwalitas kinerja, kejujuran,
program yang kemudian akan menentukan keberhasilan dalam pelayanan serta
pengelolaan segenap potensi Ibu Kota negara kita.

Diskusi depan publik, sebenarnya ajang kompetensi untuk menunjukkan
kwalitas kemampuan calon pemimpin Ibu Kota yang akan datang. Gubernur
2007-2012 gagal membuktikan janji saat kempanye pilkada 2007. Kegagalan
pak Fauzy selama 5 tahun, adalah guru yang dibayar dengan SANGAT MAHAL,
dengan mengorbankan waktu, BBM, ketentraman yang merupakan sebenarnya
adalah hak jutaan masyarakat DKI dan Indonesia. Kita harus belajar atas
kesalahan tahun 2007, agar warga DKI jangan sampai memilih gubernur karena
janji kosong dan karena kumis.

Menyambut rencana diskusi para Cagub yang akan diikuti Cagub-gubernur
Fauzy, topik diskusi tidak usah terlalu teoritis, rumit dan melebar.
Sebaiknya tetap berfokus pada 2 materi PR standar yang belum dikerjakan
pak Fauzy: Solusi Macet & Solusi Banjir. Selama 15 tahun pak Foke berkuasa,
banyak kehilangan kesempatan bahkan kerugian dialami masyarakat akibat
kemacetan lalu lintas dan banjir tahunan di Jakarta. Seandainya para
kontestan menunjukkan kemampuan mengerjakan dua PRnya pak Fauzy secara
baik, maka pasangan bisa dianggap berkwalitas karena mereka juga akan
kompeten pada tugas dan tanggung jawab lainnya.

Menjelang diskusi ini saya akan bersikap netral, karena saya belum
memberitahu secara khusus kepada kontestan manapun jawaban quiz itu, selain
apa yang sering saya sampaikan kepada publik. Selain itu, konsep solusi
banjir dan macet yang pernah saya tawarkan kepada pak Fauzy dan pak
Mangindaan, tetap terbuka kepada siapapun yang menjadi gubernur DKI.

A. Materi Solusi Kemacetan

Sejak lama saya menyaksikan penempatan Bus Way (Jalur Bis) dan Halte Bis
berada ditengah-tengah jalan dan disebelah kanan jalan, adalah kesalahan
konsep yang menimbulkan banyak masalah. Yang menjadi masalah adalah
sebagian pintu penumpang bis di kota Jakarta yang berada di kiri ditutup
las karena dipindahkan ke sebelah kanan.

Pertanyaan:

1. Apa solusi para calon gubernur agar dalam keterbatasan lahan jalan,
masyarakat-kota dan masyarakat-antar-kota lebih menikmati kepraktisan
transportasi umum kota Jakarta.

2. Pekerjaan apa yang harus dilakukan, berapa lama pelaksaannya dan
hasil apa yang bisa dijanjikan.

B. Materi Solusi Banjir.

Menurut mekanika fluida, cairan akan mengalir lebih cepat seandainya cairan
itu diusahakan seencer mungkin, serta hambatan (gaya gesek dan gaya tumbuk
dengan kelokan berliku/ tumpukan sampah tersangkut) diminimalkan hingga
mendekati nol.. Hambatan akan semakin kecil seandainya aliran sungai
cenderung lurus serta memliki dinding/ dasar yang teratur licin, bebas
sangkutan serta bebas erosi.

Pertanyaan:

1. Seandainya Cagub menerima dana sebesar Rp. 3,45 Trilyun, bagaimana
cara para Cagub mengalokasikan dana itu untuk membebaskan Jakarta dari
banjir? Apakah dana Rp3,45 Trilyun cukup? Seandainya kurang, berapa lagi
perlu tambahan biaya? Seandainya berlebih, kemana akan dialokasikan sisa
dana anggaran proyek?

2. Apa yang akan dikerjakan, berapa lama pelaksaan dan hasil apa yang
dijanjikan?



Survey Metro TV menunjukkan bahwa perolehan suara pak Fauzy jauh di bawah
50%. Ini bisa ditafsirkan bahwa sebagian besar masyarakat Jakarta yang
mengharapkan progress, sudah tidak tertarik akan janji-janji Foke, pak
Kumis. Walau demikian karena terdeteksi ada beberapa kasus yang bisa
menjurus kepada kecurangan, saya harap itu bisa segera diantisipasi. Kita
harapkan segenap tim sukses serta parpol pendukung dan kita semua melakukan
segala hal yang diperlukan agar pilkada DKI berhasil dengan bersih,
transparan dan bebas kecurangan.

Teman2,

Kita dukung Pilkada DKI. Jangan ada kecurangan dan golput. Setiap satu
suara adalah penting & berharga…

Pilkada Sukses = Ibu Kota Lancar = Indonesia Jaya !

Salam hangat dari pMul…


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE !
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
inti-net-digest@yahoogroups.com
inti-net-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
inti-net-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar