Senin, 09 Juli 2012

[inti-net] Kejaksaan Bentuk Tim Usut Marwan Effendi

 

Kejaksaan Bentuk Tim Usut Marwan Effendi

VIVAnews - Jaksa Agung Basrief Arief membenarkan jika
penuding Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendi
menggelapkan barang bukti Rp500 miliar dalam kasus BRI adalah Fajriska
Mirza atau akrab disapa Boy.

"Ya itu," kata Basrief di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin 9 Juli 2012.

Basrief
mengatakan sejauh ini tim penyelidikan yang dia bentuk sedang berjalan.
Mereka akan mengumpulkan keterangan komprehensif terlebih dahulu.
"Kordinasi Wakil Jaksa Agung, kordinasi dulu, dapatkan klarifikasi
sebenarnya," ujarnya.

Basrief menegaskan bahwa untuk menjaga
independensi, Marwan tidak dimasukkan ke dalam tim. Dia berjanji akan
segera menuntasan penyelidikan terkait persoalan tersebut. "Pak Marwan
tidak masuk," jelasnya.

Seperti diketahui, akun twitter @fajriska
menyebut nama Marwan menggelapkan uang yang merupakan barang bukti
kasus korupsi Bank BRI yang terjadi pada 2003 silam senilai Rp500
miliar. Akun itu menuliskan dalam sebuah blog pribadi dengan judul 'Pembobol BRI Rp500 Milyar oleh Oknum Jaksa Muda'. Tulisan itu juga di-retweet akun twitter @TrioMacan2000.

Marwan
yang pada saat kasus mengemuka menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus
(Aspidsus) Kejaksaan Tinggi DKI tidak terima dituding seperti itu. Dia
pun melaporkan Fajriska yang juga akrab disapa Boy ke Bareskrim Polri.

Namun
demikian, @fajriska sendiri membantah dirinya orang yang dimaksud oleh
Marwan. "Dengan senang hati, saya bukan Fajriska Mirza atau Boy," kata
pemilik akun twitter @fajriska dalam pesan kepada VIVAnews. (adi)

Tak Bisa Dilacak, JAM Was: Apa Begitu Pintarnya Triomacan2000?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Kepala Divisi Humas Polri, Irjen
Polisi Saud Usman Nasution mengatakan penyidik sulit untuk melacak
pemilik akun twitter Triomacan2000 dalam menangani laporan Jaksa Agung
Muda Pengawas, Marwan Effendy pada 11 Juni 2012 lalu.
Marwan pun mempertanyakan alasan Mabes Polri tidak dapat melacak pemilik akun twitter Triomacan2000.

"Apanya yang tidak bisa dibuktikan, apa dia (pemilik Triomacan2000)
segitu pintarnya sampai tidak bisa dilacak?" kata JAM Was, Marwan
Effendy yang dihubungi wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin
(25/6).

Marwan menambahkan penyidik Bareskrim Polri harus dapat melacak
pemilik akun twitter Triomacan2000. Ia juga meyakini Boy yang berada di belakang pembuatan twitter Triomacan2000. Awalnya Boy menggunakan akun twitter atas namanya sendiri yaitu Fajriska lalu berganti akun dengan
nama Panca Sakti dan terakhir dengan nama Triomacan2000.
Dalam akun-akun twitter Boy, lanjutnya, kerap menuding dirinya
melakukan penggelapan terhadap barang bukti kasus korupsi BRI sebesar Rp 500 miliar. Tuduhannya ini sudah terekam di berbagai akun orang lain
termasuk yang mem-follow akun twitter Boy dan Triomacan2000.

"Ini sudah terekam di berbagai akun orang lain, tambah lagi dia (Boy) ngomong kepada DPR dan wartawan. Tuduhan ini bukan dari sekarang tapi dari dulu sejak saya jadi JAM Pidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus)," geramnya.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/06/25/m663sc-tak-bisa-dilacak-jam-was-apa-begitu-pintarnya-triomacan2000

Polisi Mengaku Kesulitan Lacak Akun Triomacan 2000REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Jaksa Agung Muda Pengawas, Marwan Effendy
melaporkan pengacara M Fajriska Mirza alias Boy dengan pasal pencemaran
nama baik ke Bareskrim Polri pada 11 Juni 2012 lalu.

Marwan juga
menduga Boy yang berada di balik akun twitter triomacan2000 yang
belakangan ikut menyebarkan informasi jika Marwan telah melakukan
penggelapan barang bukti kasus korupsi BRI sebesar Rp 500 miliar.

Namun
Mabes Polri mengaku sulit untuk melacak dan mengungkap pemilik akun
twitter Triomacan2000. "Susah untuk dilacak. Kita memang tahu misalnya
Triomacan2000, tapi ini kan bukan nama asli," kata Kepala Divisi Humas
Polri, Irjen Polisi Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di Mabes Polri,
Jakarta, Senin (25/6).

Saud mengakui Marwan Effendy telah
melaporkan M Fajriska Mirza alias Boy ke Bareskrim Polri pada 11 Juni
2012. Marwan mendatangi Bareskrim Polri secara pribadi karena merasa
dicemarkan nama baiknya oleh Boy yang membuat laporan ke Jaksa Agung
pada 22 Maret 2012 lalu.

Dalam laporan tersebut, tambah Saud, Boy
menuding Marwan telah melakukan penyimpangan dengan menggelapkan barang
bukti kasus korupsi BRI. Marwan juga menyerahkan hasil unduhan di
twitter milik Boy karena adanya penyebaran fitnah ke dalam media sosial.

Sementara
ini, pasal yang dilaporkan Marwan kepada Boy yaitu pasal pencemaran
nama baik atau pasal 310 KUHP. Apakah juga terkait dengan UU Informasi
dan Transaksi Elektronik (ITE). "Kita terima dulu laporannya, nanti akan
dilihat unsur pasal apa saja yang dilanggar, termasuk apa melanggar UU
ITE. KIta sudah serahkan kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum
Bareskrim Polri," ujarnya.

Namun terkait dengan akun twitter
seperti Triomacan2000, ia mengaku sulit untuk melacak pemiliknya. Nanti
jika sudah terlacak, si orang yang diduga dapat berkelit dan membantah
tuduhan tersebut. Ia pun meminta agar orang yang mengaku pemilik akun
twitter Triomacan2000 dapat mendatangi Bareskrim Polri untuk diperiksa
sebagai saksi.

"Ini kan bukan nama asli, nanti dia bilang bukan
namanya. Mungkin bisa datang sendiri (ke Bareskrim Polri)," tegas mantan
Kepala Densus 88 ini.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/06/25/m662n3-polisi-mengaku-kesulitan-lacak-akun-triomacan-2000

Selasa, Trio Macan Datangi Mabes PolriREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Saud Usman Nasution mengaku kesulitan melacak pemilik akun twitter
Triomacan2000. Kesulitan itu terkait dengan pernyataan M Fajriska Mirza
alias Boy yang menyatakan Jaksa Agung Muda Pengawas Kejaksaan Agung,
Marwan Effendy telah melakukan penggelapan terhadap barang bukti kasus
korupsi BRI sebesar Rp 500 miliar.

Belakangan tuduhan Boy
disebarkan akun anonim yang mengatasnamakan Triomacan2000. Marwan
menduga itu adalah akun lain milik Boy. Pemilik akun twitter
Triomacan2000 pun bersedia untuk mendatangi Bareskrim Polri pada Selasa
(26/6) ini.

"Insya Allah, besok (26/6)," kata Triomacan2000
kepada Republika dalam kicauannya di akun twitter miliknya, Senin
(25/6). Namun saat ditanya pukul berapa pemilik akun twitter
Triomacan2000 akan mendatangi Bareskrim Polri, ia tidak menjawabnya
lagi.

Sementara itu, M Fajriska Mirza alias Boy tidak mau
mengikuti inisiatif yang dilakukan Triomacan 2000 untuk mendatangi
Bareskrim Polri dengan sukarela. Ia mengatakan akan tetap menunggu surat
panggilan sebagai saksi terlapor dari Bareskrim Polri.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/06/25/m6688e-selasa-trio-macan-datangi-mabes-polri

Ini Rincian Dana Korupsi BRI yang Diduga Digelapkan JamwasREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Agung Muda Pengawas (JAM Was)
Kejaksaan Agung, Marwan Effendy dituding Pengacara M Fajriska Mirza,
alias Boy, telah melakukan penggelapan barang bukti kasus korupsi BRI
sebesar Rp 500 miliar. Marwan membantah.

Argumen Marwan, pada
saat rekening terpidana dalam kasus itu, Hartono, diblokir dan
dibekukan, saldo dalam rekening hanya sebesar Rp 104 miliar. Saat
penanganan kasus korupsi BRI pada 2003, Marwan Effendy masih menjabat
sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Boy
tidak terima dengan bantahan itu. Ia malah menegaskan total uang yang
digelapkan Marwan sebesar Rp 500 miliar. "Uang negara yang digelapkan
kan ada Rp 180,5 miliar plus uang klien saya (Hartono), 200 miliar sejak
2004. Jadi kalau ditambah bunganya ya sekitar Rp 500 miliar," katanya
saat dihubungi Republika, Selasa (26/6).

Boy memaparkan Marwan
Effendy telah melakukan penyidikan sebelum Surat Pemberitahuan
Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam kasus korupsi BRI dikeluarkan pada 2
Desember 2003. Marwan, imbuhnya, telah mengetahui adanya aliran dana
sebesar Rp 170,5 miliar dari BRI ke rekening Hartono.

Rekening
ini sudah diblokir semua, lanjutnya, tapi anehnya data aliran dana itu
tidak ada dalam berkas perkara kasus korupsi BRI. Padahal, surat  Pusat
Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) pada 14 November 2005
menyebutkan aliran dana mencurigakan sebesar Rp 170,5 miliar ke rekening
Hartono.

Masalahnya, kata Boy, dalam rekening itu, juga terdapat
uang pribadi Hartono sebesar Rp 200 miliar yang juga ikut diblokir.
Dengan jumlah total sebesar Rp 370,5 miliar dan bunga sebesar 10 persen
tiap tahun, plus masa blokir hingga delapan tahun, jumlah dana bisa
mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Sedangkan barang bukti yang diajukan
dalam berkas kasus itu hanya Rp 104 miliar seperti pengakuan Marwan.

"Lah,
kok semuanya menjadi lenyap? Bisakah dia menjelaskan kemana uang
sebanyak itu yang dia sudah blokir? Ini semua dokumen yang bicara, bukan
asal jeplak," ujarnya.  "Menurut saya ME (Marwan Effendy) tidak
membantah dia korupsi hanya dia bantah tidak sampai Rp 500 miliar."

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/06/26/m67lcj-ini-rincian-dana-korupsi-bri-yang-diduga-digelapkan-jamwas

Jaksa Agung: Tuduhan Terhadap JAM Was tak BenarREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Agung Muda Pengawas (JAM Was)
Kejaksaan Agung, Marwan Effendy, melaporkan seorang pengacara M Fajriska Mirza alias Boy. Pengacara itu dilaporkan, karena menyebarkan tuduhan
telah menggelapkan barang bukti kasus korupsi BRI sebesar Rp 500 miliar
di akuntwitter miliknya.

Belakangan, tuduhan tersebut juga disebarkan akuntwitter dengan namaTriomacan2000 yang dimiliki atas nama Ade Ayu Sasmita. Marwan menduga, Boy juga yang merupakan orang yang ada di belakang akun Triomacan2000 ini dengan nama fiktif.

Jaksa
Agung, Basrief Arief, mengatakan tuduhan terhadap JAM Was, Marwan
Effendy, tidak benar. "Pak Marwan kan melaporkan itu ke Mabes Polri,
tentu merasa tidak benar," kata Basrief yang ditemui di Kejaksaan Agung,
Jakarta, Jumat (22/6).

Basrief mengatakan Kejaksaan Agung mendukung sikap Marwan yang melaporkan Boy dan pemilik akun Triomacan2000 ke Bareskrim Mabes Polri. Ia pun meminta agar menunggu hasl penyelidikan dari tim penyidik Bareskrim Polri.

Saat
ditanyakan mengenai kabar telah dibentuknya tim khusus antara Jaksa
Agung, Basrief Arief dengan Komisi III DPR untuk menyelidiki tuduhan Boy
tersebut, ia enggan menjawabnya. "Kita tunggu saja hasil dari
penyelidikan di Mabes Polri," tegasnya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/06/22/m60equ-jaksa-agung-tuduhan-terhadap-jam-was-tak-benar

Rapat Dengar Pendapat Kejaksaan dengan Komisi III DPR RI: "Oknum JAM diduga bobol BRI dgn menggelapkan Barang Bukti"

By @vhantat

Hari ini (senin tgl 11 Juni 2012 kemarin,red) Rapat Dengar Pendapat Kejaksaan dengan Komisi III DPR RI.
Rapat dimulai Jam 01.00 Siang tadi [ME menghilang dari kantornya
meskipun alasan keluar kota, ME dipastikan tdk berani hadir di RDP dgn
Kom III DPR RI. Karena pasti akan dicecar pertanyaan - ME yg tadinya tampil bak "Malaikat Suci" kini menghindar dr wartawan. Malu sbgai JAM WAS ternyata Dracula yg haus Darah]

Hadir Jaksa Agung (JA) dan para Jaksa Agung Muda (JAM), kecuali JAM Pengawasan,ME. Didlm RDP, terjadi tanya jawab

Anggota Kom III dr Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo menanyakan kpd JA
soal barang Bukti uang dlm Kasus pembobolan BRI Yang diduga dilakukan
oleh oknum ME. Uang sebesar Rp 33,7M yang telah disita oleh Penyidik
Kejati yg saat itu dipimpin oleh ME selaku Asisten Tindak Pidana Khusus
Kejati DKI Jkt. Penyitaan uang tsb disita dari Kepala Capem BRI bernama
Pryastomo. Kmdian dimintakan Penetapan Sita Barang Bukti dari Pengadilan
Negeri JakPus (PN JakPus).

Penetapan dikeluarkan. Selanjutnya
perkara pembobolan BRI diputus PN JKTPUS. Dalam Amar Putusan , lampiran
Penetapan sudah lenyap, alias tidak dilampirkan dalam Berkas Perkara.
Oleh karena itu Kom III menanyakan ke JA. Kemana uang tsb. JA menjawab
bhw segera akan membentuk TIM utk mengusut tuntas kasus hilangnya Brg
bukti tsb. Kom III, juga menanyakan uang sebesar Rp 92M, jg Rp 100M
serta 4 mobil Mewah milik Hartono yg disita tp tdk terlampir dlm
perkara. dengan demikian, kita tunggu janji JA utk membentuk TIM dan
usut Tuntas kasus pembobolan BRI oleh Oknum JAM..

Pembobolan BRI Rp. 500 Milyar oleh Oknum Jaksa Agung Muda

by @fajriska
2 Oknum Jaksa Agung Muda, dan Mantan Kajati Jawa Tengah Kasus BRI yg melibatkan korupsi oknum kejaksaan itu merugikan negara

Kasus Pembobolan BRI oleh Richard Latif
Th 2004,tp malah dilepas oleh oknum Jks Penyidik yg skrng sdh jd Jks
Agung Muda. Si oknum Jaksa Agung Muda (JAM) tsb inisialnya ME. Kasus
pembobolan BRI th 2004 sejumlah Rp 180M. Tp si JAM menyita lbh dr Rp 500 M Justru di sedot smua rekening2 tersangka yg di luar dr aliran dana
pembobolan.

Dari Richard Latif, disita lbh kurang Rp 53M. Tp di berkas, RL dijdkan
Saksi. Si JAM sdh berhasil menyita uang pembobolan sbsar Rp 180,5M. Dari tersangka (skrg terpidana) Hartono. Dari rekening sesuai lap PPATK.

Namun si JAM tergiur lihat uangnya tsk,
ternyata tsk memiliki uang Rp 260M, 100M Deposito di BRI , Rp 100M Rekg
Giro, Rp 60M rekg Giro diluar BRI. Rp. 260M, sama sekali tdk ada
hubungan dgn pembobolan (sesuai surat PPATK). Namun oleh si oknum JAM,
ttp di sita & disimpan ME kemudian menyita lg uang nasabah lain yg
tdk salah, sbsr US$ 6jt & byk lg saksi2 yg tdk tau apa2. Semua uang
tsb ditampung, di Rekng dibuka oleh ME sbg penampungan di BRI No. Rek.:
0361.01000375994 An. Aspidus Kejati DKI. Total Rp 560M lbh RE BRI",
sebelum disidangkan, ME menyurati BRI agar memindahkan uang2 tsb ke rekg Baru. Tp hanya Rp 38M dan US$ 3jt .
[@fajriska: AN dan ME, RT @TrioMacan2000: siapakah dia? Hehe "@fajriska: Kasus
Pembobolan BRI oleh Richard Latif Th 2004,tp mlh dilepas Jks Penyidik]
Sisanya Kajari JKT Pusat, kmudian
menyidangkan Hartono dgn tuduhan korupsi sebesar Rp. 180,5M. Tp jks
hanya berhasill RE BRI menyita Rp 38M (bohong besar). Putusan PN Jakpus, tdk merampas uang Rp 38M tsb utk negara, tp kembalikan ke BRI. Jaksa
 Eksekusi kembalikan ke BRI. Akan ttp BRI tdk bisa menerima uang tsb.
Jks kemudian titip kembali ke BRI.

Tp Jaksa seakan-akan sdh eksekusi putusan tsb. Putusan blum Incraht (tetap) tp jks sdh eksekusi. Terdakwa
Banding. namun Jks tdk perduli. Eksekusi dijlnkan. Terdakwa Hartono kini mendekam dgn vonis 15 thn penjara. Semua uangnya  Hartono sebesar Rp
260M + Rp 180,5M + US$ 3jt dirampas ME dan tdk dimasukkan dlm berkas
perkara. Rp 180,M uang negara tidak disetorkan ke Kas Negara. Kasus ini
terjadi tahun 2004. JA Basrief A sdh di laporkan berkali-kali, tp tdk
ada Reaksi apapun, padahal jika mau ungkap, cukup buka Rekg No Rek.:
0361.01000375994 An Aspidus tsb. Maka terbuka lah smua, Rekg BRI Rek.:
0361.01000375994 sdh di tutup ME.

Dan uangnya di cairkannya Dirut BRI yg
skrg, di tanya soal uang2 ini, tutup mulut, bahkan melindungi. Dlm
daftar Barang Bukti Penetapan PN Jakpus ada uang Rp 33M yg disita dr
rekg hartono, tp di sebut disita dr BRI, akan ttp dlm berkas perkara dan Putusan.. lenyap !!

ME msh gak puas merampok, kmudian mobil2 mewah sjumlah 10unit, tambang batubara milik Hartono, dirampas tanpa BA Sita.

Cukup sekian Can. Nt ada ME jilid II. Soal brg bukti jg senilai Rp 1,7T. Hehehe disisain cm Rp 400m sbg Barang bukti.
ME skrg mencoba berlindung sbg Pengurus Masjid, Penceramah, brgkali sdh
gak tenang hidupnya. Terlalu byk yg dirampok. Untk menjaga permainannya, ME menempatkan org kepercayaannya di Kejari Jkt Pst. Utk jg Kasus tsb
yaitu Kasi Pidsus

ME jg mengusulkan Kajati DKI dan
Aspidsusnya, org kepercayaannya. Namun ditolak JA. ME sadar perbuatannya
akan trus, oleh Hartono, krn ME bru sadar, rekg penampungan di BRI yg
bernomor 0361.01000375994, tdk bisa dihilangkan gitu sj.

Meski sdh Incraht, Rekg Hartono msh sj di blokir dgn kekuasaannya, pdhl, kuatir terlihat Rekg Koran jumlah yg di rampok ME

Oh iya, Kasi Pidsus Kejari Pusat, adalah bagian dr pelaku yg dlunya
penyidik Kasus BRI tsb. Jd makin jelas ada suatu yg djaga dan ditutupi.
Termask Kajari Jkt Pst yg skrg, trut melindungi. Ini fakta, & KPK,
KOM III DPR.

Sangat mdh membongkar Kasus ini, tinggal cocokkan Rekg Hartono dgn Rekg Penampungan ME, klop...ME pasti bunuh diri.
Masih menyangkut ME, dlm kasus ini,
Richad Latief diselamatkan, hanya jd Saksi, tp ME menjebloskan Kepala
Cab Pem BRI Tanah Abang yg justru melaporkan adanya kejanggalan dlm
Banknya, bernama Agus Rianto (AR). AR dijadikan tumbal Ganti Richard Latif(RL). Sebenarnya
beberapa Direktur BRI sangat marah kpd ME, dan hendak laporkan ME ke
KPK. Namun entah knapa beberapa Direktur tsb mundur stlah melaporkan hal ini ke KPK. Mkgn krna Dirut nya di tekan oleh ME

AR skrg telah selesai menjalani hukuman,
dan jualan kain di Tanah Abang, AR pasrah menjalani hukuman atas
perbuatan yang tdk dia lakukan. Dia org pintar dan jujur. Pasrah dgn
Penguasa yg Dzolim, Biadab dan tdk punya Tuhan

Sedangkan Kepala Cab Pembantu Senin saat
kasus ini terjadi, Meninggal Dunia di dlm Penjara. RL ditahan oleh Mabes Polri krn menjebol Bank Mega. Bukan krn Jebol BRI. ME skrg sebenarnya
panik, krn arsip berkas perkara, baik di Kejati DKI, maupun di Kejari
Jkt Pusat, lenyap. Namun berkas di PN JKT Pusat ttp tersimpan. Hartono
saat ini sangat menderita semua uangnya yg jauh lbh besar drpd
pembobolannya, habis di sedot ME, istri dan anak2nya, lari ke LN krn
malu

Sementara ME, menari-nari diatas penderitaan org2 yg dia "hisap darahnya". Bahkan dia telah mndapat surat pengaduan tentang perbuatannya, tp ME diam
membisu. Tp memanggil bawahannya utk segera bantah semua. Namun nasi sdh jd bubur, terakhir ada 1 org pegawai BRI yg mengundurkan Diri, krn
dipaksa mengaku bersalah, hampir dia bunuh Diri, tp sadar, berpesan ke
sy," Demi Allah, aku siap mati utk bela kebenaran," si Pegawai adlh Acount Officer BRI

Tulisan ini sdh ckup utk JA, DPR, PRESIDEN, KPK ambil tindakan tegas. Krn ini sgt bahaya utk kedepan. ME akan jd JA

TULISAN ini berdasarkan fakta2 yg sulit dibantah, baik oleh Ahli Hukum Duniapun.
Penutup : msh ada lg dosa2 ME yg nt sy ungkap. Kejaksaan dijadikan alat nafsu setan ME. Siapa berani setor,maka bebas dr jeratan ME
*kakinya ME adalah ES,,dan ES ini jg yg bawa Antasari ke sin dlm kasus Anggodo

*ME diduga korup sejak jd Kajati Jatim, kasus plagiat desertasinya kok gak ada sangsi

*awal mula Antasari dihajar, jg gara2 ME. ME melaporkan Urip ke
penyidik KPK. Jg ME yg melaporkan Hendraman terlibat sehingga membuat
Hendraman marah ke KPK, dan menyebut KPK menjebak Urip. Tp ME lapor ke
Hendraman Supandji(HS), Bahwa Antasari Azhar (AA) mau obrak abrik
kejaksaan. HP marah besar ke AA. Sampai HP tdk mau dengar penjelasan AA.
AA hendak menjelaskan bhw yg laporin dan jebak Urip adlh ME. ME
bertujuan menjabat Jampidsus. Akhirnya ME berhasil menjabat Jampidsus,
krn Kemas di copot. ME diangkat oleh HP krn berjasa memberitahu kelakuan
AA. Pdhl AA tau, HP pun terlibat, tp mencoba ditutupi. Namun HP
akhirnya dendam sm AA. Dan jadilah AA di target. sejak kasus Urip, AA
ditarget jatuh. Disinilah awal rekayasa tsb. Kmudian berlanjut
Dugaan Korupsi thd ME Jamwas, KPK RI harus bertindak cepat

by @Sulejelek

Tugas Pokok KPK RI termasuk wajib menangani jika ada Penegak Hukum
diduga Korupsi. Jadi tdk perlu menunggu apapun, Termasuk Kasus Dugaan
thd ME Jamwas, @KPK_RI sdh seharusnya cepat bertindak. Tdk perlu enak
tdk enak dgn Jaksa Agung

Ada yg menarik perihal persekongkolan
ME dgn mafia pembobol Bank selain Richard Latif. Yaitu terpidana Yudi
Kartolo. Yudi Kartolo buronan Kejagung. Terlihat sekali ME sengaja tidak
mencari atau upaya menangkap Yudi Kartolo, Pdhl, bukan rahasia lg, Yudi
Kartolo (YK) ada di Jakarta, Sentul dan Sukabumi. Kadang nongkrong di
cafe di Plaza senayan

ME selalu mempertahankan Kepala Seksi
Tindak Pidana Khusus Kejari Jakarta Pusat bernama Dessy utk spy jgn
tangkap YK, Krn jika YK tertangkap, maka YK akan nyanyi soal deal YK dgn
ME. Yaitu deal ME tdk akan masukkan YK dlm daftar DPO koruptor. Pada
saat Hartono ditangkap di Coffebean Plaza Senayan, jelas2 Hartono sedang
bersama YK. Tp hanya hartono yg ditangkap. Akibatnya Hartono
"bernyanyi" bhw tadinya hartono sdh rela uangnya dimakan ME dgn
perjanjian, Hartono tdk ditangkap. Rupanya, ME lupa pesan kpd Kasi
Pidsus Kejari Jakpus yg memang bukan "orang" ME. Stlh kejadian tsb, ME
akhirnya berusaha Menempatkan Dessy sbg Kasi Pidsus Kejari Jakarta Pusat
utk mengamankan "Korupsi ME di BRI". Dessy adalah anak buah ME sejak ME
Aspidsus & merupakan salah satu Tim Jaksa Penyidik Kasus BRI. Dessy
lah yg ditugaskan utk amankan Pejabat2 BRI. utk tutup mulut &
sekalian di "ancam" agar ikut kata2 Dessy. Jika tdk, maka sama2 masuk
penjara

Soal YK, sampai saat ini, tdk ada upaya Dessy
memasukkan YK kedlm DPO Koruptor, baik ke interpol, maupun di kejaksaan,
Padahal Koruptor sejumlah ratusan miliar. Ada yg lbh menarik. Salah
satu pegawai Kejati DKI yg bekerja di bagian Arsip mengaku di suruh
Dessy atas perintah ME, agar hilangkan berkas dan Arsip2 perkara Hartono
dan YK. Dia takut skali Karena dikejati DKI, sedang ribut hilangnya
bbrp berkas perkara yg terkait adanya Brg Bukti uang di jaman ME
Aspidsus

Nah, Akankah Jaksa Agung kita diam ? Ya jelas diam,
krn mmg "safety Player". Takut dibuka boroknya oleh ME. Skrg kita liat
Apakah ME selaku Jamwas akan periksa Kejati soal adanya hilang berkas ?
Impossible, dia lah pelakunya. Akankah Dessy mau memasukkan YK kedalam
daftar "DPO" utk disebarluaskan ? Impossible. Krn YK ancam jika ia
tertangkap, akan nyanyi, ini semua bkn rahasia lagi. ME berusaha tdk
pindahkan Dessy yg sdh lama menduduki jabatan tsb, sblum ada org ME yg
lain

Jika Jaksa Agung mau, pindahkan Dessy, dan ganti sm Jaksa
yg clean, dipastikan ME ketakutan. Itulah ME, selalu dgn cara dia harus
bisa menempatkan org2 dia (jaksa) yg setia utk amankan permainan dia.
Beberapa Kajari yg mrupakan orgnya ME. Adalah jago pemeras, &
tertangkap KPK seperti baru2 ini yaitu Kajari Takalar Sulbar Rachmat SH.
Memeras TSK. Namun diserahkan KPK ke Jamwas yg tangani. Bisa ditebak,
Kajari ttp aman. Tdk diproses pidana. Hanya tindakan indisipliner.
Jamwas Makelar Kasus by @kusuma_putri99

ga bakalan Zulkarnaen kan
staf ahli Jamwas yg dititipkan ME di KPK "@TrioMacan2000
@WawaBintiAditya: @jawaposcom Kapan ME dipanggil KPK?

Kenapa kasus Sandiaga Uno mandeg di @kpk_ri ? siapa bekingnya? ME Jamwas !

Zulkarnaen adalah kaki tangan ME yg sengaja ditaruh di @kpk_ri , otomatis kasus2 yg ditangani hrs seijin ME ini

Zulkarnaen
mana brani usut ME bos-nya. Desak Jaksa Agung dan SBY pecat ME sbg
Jamwas...kalo tdk mampu lebih baik RAKYAT yg menentukan

kenapa kasus suap yg melibatkan MAKELAR KASUS ME ini selalu dipeti es-kan ? siapa beking ME?

tanya kenapa ME terima suap US$ 100.000 dalam kasus pembobolan BNI yg dilakukan oleh Andrian Waworuntu tak diproses?

tanya kenapa ME pasang tarif US$ 100.000 untuk bisa mengatur perkara, tapi tidak ditindak oleh Jaksa Agung?

tanya kenapa beking mafia proyek DAK Pendidikan di Jatim tidak ditindak oleh Jaksa Agung?

tanya kenapa Jamwas ME mengintervensi kasus di PT. Asprindo, ME sdh mengakui intervensi ini, knp Jaksa Agung tdk menindak?

tanya
kenapa suap atas korupsi dan money loundry atas dana kas Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Batubara, Sumatera Utara tdk ditindaklanjuti?

ME yg "membantu" mengurus perkara ini dan menerima suap kenapa tidak ditindak?

tanya
kenapa ME bersama Amir Syamsudin menekan Direktur Oharda, Sumarno di
Jampidum untuk menghentikan proses hukum Sandiaga Uno?

ME dekat dg Edi Sumarsono yg juga makelar kasus2 di Kejagung...masih ingat kan siapa Edi ini?

tanya
kenapa kasus kredit macet Bank Mandiri terhadap PT Kiani Kertas di SP3
oleh ME? mengembalikan uang tdk menghilangkan kasusnya kan?

tanya kenapa ME menerbitkan SP3 di kasus Tan Kian di kasus korupsi Asabri?

tanya kenapa ME menerbitkan SP3 di kasus korupsi Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) ?

tanya kenapa ME menerbitkan SP3 di kasus korupsi penjualan dua unit kapal tanker PT Pertamina ? 

sampai kapanpun...jika di Kejagung, Kepolisian dan KPK masih bercokol #Markus 2 spt ME ini, ga bakalan hukum RI ditegakkan !!

kasus
suap ke Hakim MA 27 M kenapa ga diusut? malah dijadikan Menkumham?
"@lorenza202 @kusuma_putri99 . Apa amir symsudin jg busuk?

Jaksa
Agung Muda bidang Pengawasan Marwan Effendy siapa yg ga kenal Mafia
Kasus satu ini? "@yudha4efah @kusuma_putri99 ME itu sapa ya mas ?

Kalo
Jamwas dijabat oleh orang yg ternyata juga sebagai Makelar Kasus...sdh
dpt dibayangkan, Jaksa2 nakal hanya dijadikan ajang minta upeti?

kenapa Jaksa2 yg nakal yg terima suap hanya diturunkan jabatannya/di-non aktifkan dan tidak diproses hukum?

lucunya lagi Kejagung malah mempromosikan jaksa nakal yg terlibat di kasus Urip Tri Gunawan dan Cirus Sinaga !!

maling ayam digebukin...maling duit Negara masih bercokol

bekingnya
ME & AS "@TrioMacan2000 "@chirpstory: @mang_ubed's "Kasus Korupsi
Sandiaga Uno Terkait Pertamina Balaraja http://t.co/2xLp0V1q

bekingnya ME & AS "@TrioMacan2000 "@mang_ubed: Kasus-kasus Sandiaga Uno Part 2: Penipuan, Suap, & Korupsi http://t.co/vlbRUKHA

Bagaimana ME bekerja sama dgn otak pembobol Bank ?

by @Sulejelek

@Sulejelek:
@TrioMacan2000 kita mulai lg bongkar dosa ME, ME terlibat bebaskan 4
tersangka kasus PT Askrindo di Polda Metro. Dia tekan Jaksa Kejati DKI.

Sy
akan kultwitkan bagaimana ME bekerja sama dgn otak pembobol Bank. Kita
msh ingat kasus pertama kali BNI di bobol sebesar Rp 1,7T ? Kasus tsb
ditangani Mabes Polri. Dan ME wktu itu jg Aspidsus Kejati DKI. ME
mencampuri kasus perbankan yg msk dlm kewenangan Aspidum

Kasus
Pembobolan BNI 46 Radio Dalam Rp 50M yg terpidana nya Faisal yg bru
tertangkap.Kasus BNI 46 Radal yg tadinya ditangani Mabes Polri. Kasus
BNI Rp50M terjadi 1 thn sebelum pembobolan BRI. Dalam pembobolan BNI,
tercium oleh PPATK nama2 Richard Latif (RL), Ricky Purnomo (RP) &
Yudi Kartolo (YK). Ketiga-tiganya adlh sindikat pembobol Bank. Kembali
ke kasus BNI Radal. ME melakukan penyidikan Tersendiri berdasarkan UU
Korupsi. Ditentukan tersangka tunggal Faisal. Kepala Cabang Pembantunya,
Agus sdh divonis dlm perkara perbankan

Dlm kasus Faisal,
terlibat nama RL & RP , namun oleh ME, hanya dijadikan saksi. Pdhl
jelas2 mereka penerima aliran Dana dr Faisal. RL & RP bersama ME
diduga kuat bagian dari mafia pembobol bank. Selanjutnya, krn RL, YK
& RP dilepas oleh ME, mereka kembali membobol Bank BRI Cab Pem Senen
sebesar 180,5M. Tepatnya dibln oktober 2003. sdh dpt ditebak, ME pura2
menugaskan Jaksa Ttg utk membujuk BRI

ME sdh tau adanya
pembobolan BRI sejak 3 bln sebelum ME mengeluarkan Surat Perintah
Penyidikan di bulan Desember. ME atur dgn jks Tatang Sutarna (TS) agar
menghubungi saudara sepupu TS di BRI utk spy BRI melapor ke PPATK. BRI
melapor ke PPATK ttng adanya transaksi Yg mencurigakan pada Rekg
Hartono. PPATK stlh mndpt laporan BRI, menyurati Jaksa Agung (JA)
perihal adanya transaksi mencurigakan Pada rekg Hartono Tjahayadjaya
(HT) sebesar Rp 180,5M. Dan mencatat adanya pemindah bukuan ke 19 rekg
lainnya.Surat PPATK jg menjelaskan Nama2 seperti RL, RP, YK adalah
sindikat pembobol bank BNI sejak thn 2001 yg belum ditangkap. Laporan
PPATK tsb dikeluarkan bln Nop 2003. Dalam surat PPATK, menjelaskan nomor
rekening Hartono yg dipakai buat pembobolan yaitu BRI
0361.01.000101.30.3. Terakhir surat PPATK tsb, tgl 14 Nop 2003.
Disebutkan jg oleh PPATK bhw laporan ini terkait adanya penyidikan oleh
Kejati DKI Jkt.

Bahwa pd tgl 2 Desember 2003, Kejati mengeluarkan
Surat Perintah Penyidikan thd Kasus pembobolan BRI yg dipimpin ME.
Padahal PPATK menyurati JA tgl 14 Nop 2003 sdh menyebutkan adanya
Penyidikan kasus BRI. Jadi tlh ada SPDIK sebelum SPDIK tgl 2 Des 2003.
SPDIK tgl 2 Des tsb menjadikan HT dan YK tersangka kasus pembobolan BRI
senilai Rp 180,5M. Seterusnya ME melakukan penyitaan2 rekg HT

ME
berhasil mengumpulkan uang Hartono sebesar Rp 38M. Dan diberkas. Padahal
sebelum berkas di serahkan ke PN JakPus, BRI menjwb surat ME perihal
perintah pemindahan uang, telah dilaksanakan. Uang terkumpul di rekg
Aspidus sebesar Rp 45M. BRI menjawab juga perintah ME, bhw rekg
penampungan ME saldo Rp45M & US$ 3jt. Kmudian di pindahkan ke rekg
baru an Kajari Jkt pusat Rp38M

Kesimpulan yg dpt diambil dari kasus ini adlh sbg berikut :

1. Kenapa ME tdk melampirkan surat PPATK sbg bukti kejahatan HT ?

2. Kenapa Rekg HT No 0361.01.000101.30.3 tdk masukkan Berkas Perkara ? Pdhl jelas2 rekg itulah bukti pembobolan BRI

3. Kenapa Richard Latif & Ricky Purnomo yg sdh dikenal ME dr mulai kasus BNI tdk dijadikan Tersangka ?

4. Kenapa Agus Rianto (Kacapem BRI Tn Abang) yg sm sekali tdk bersalah tp di jebloskan oleh ME ?

5. Jika dipelajari Berkas perkara HT yg mana berhasil mengamankan Rp 38M , apa hub nya dgn laporan PPATK ?

6.
Kenapa uang Rp 38M tsb tdk disebutkan disita dr rekg HT, akan tetapi
dari BRI ? Bahkan ME kembalikan ke BRI sesuai Amar Putusan ?

7. Kenapa Deposito HT senilai Rp 60M disita tp tdk disebutkan angka nya & No seri nya di berkas perkara ?

8. Jadi, kemanakah uang Rp 180,5M + Rp 92,5M + Rp 60M yg tercantum dlm srt PPATK ? ME hrus jwb ini semua

9. ME sengaja menunjukkan Saldo rekg HT yg saat diblokir sejumlah Rp 70jt, agar publik tau bhw tdk ada uang Rp 180,5M tsb.

10.
Kembali kita ingat Richard Latif, akibat tdk dijadikan tersangka oleh
ME, kembali membobol Bank Mega. Tp ditangkap oleh Mabes Polri

11. Kita angkat topi dgn Mabes Polri telah menahan Richardl L. Berarti tdk bisa di suap oleh RL.

12. Sejujurnya, BRI sadar bhw bank ini dikerjain oleh ME, dan ingin laporkan ME ke KPK, tp mkgn takut krn ME "jagoan ancam"

[@Sulejelek: @TrioMacan2000 siapa sulejelek ? Sy adalah salah satu jaksa yg sakit
hati tdk dibagi oleh "ME" sekalian aja sy buka borok dia.]

[@TrioMacan2000: @Sulejelek: @TrioMacan2000 ME tinggal ingat2 siapa jaksa itu. Dan ME tdk rapih memusnahkan bukti2 surat PPATK]

[@TrioMacan2000: @Sulejelek: ME pikir dgn dihilangkan nya berkas perkara Hartono di
Kejati, sdh aman. Tp berkas perkara di PN JakPus tdk hiang. Kaciaan]

[@Sulejelek: @TrioMacan2000 Saran buat ME : kabur aja ke LN drpd msk penjara.
Percuma kau bungkam dgn laporin org pake pasal sampah. Maafin Marwan ya]

[@Sulejelek: @kusuma_putri99 Tanya knapa ? Rekg pribadi ME thn 2004 di Mandiri
Bapindo Plaza dan BNI sudirman Rp 54M , tanya darimana ?]

[@Sulejelek: @TrioMacan2000 lihat tuh Kasus SISMINBAKUM. Itu Prof Romli korban dr
marahnya ME krn disertasinya di bilang PLAGIAT oleh Prof Romli]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita Marwan jelas panik, krn dia tau sulit utk menghilangkan
surat PPATK yg jls2 merinci aliran dana pembobolan tp dibiarkan]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME panik krn bgmana dia bisa bantah adanya surat BRI
asli yg menjalankan perintah ME utk pindahkan uang Rp 38M  Ke rekening
baru, namun membohongi majelis hakim bhw uang Rp38M msh di rekg
penampungan Aspidsus]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME panik, krn
sulit dia menjelaskan knapa Richard Latif tdk dijadikan TSK pdhl dikasus bobol BNI 46 Rp 50M, nama itu muncul ?]

[@Sulejelek:
@AdeAyuSasmita ME panik, gimana mau jelaskan utk apa dia buka rekg
penampungan, pdhl jelas2 dilarang dlm Keputusan bersama JA, Gub BI.]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME panik gimana harus menjelaskan uang Rp 180,5M yg
masuk rekg Hartono, tp dibiarkan menghilang bak ditelan hantu ?]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME panik, gimana dia harus jelaskan deposito Hartono
(HT) yg hanya disita tp disembunyikan nilainya ?]

[@Sulejelek:
@AdeAyuSasmita ME panik, gimana harus menjelaskan uang Rp38M yg tdk ada
hub dgn surat PPATK. Knapa Uang Rp38M yg jelas2 nyedot dr rekg HT, Tp
disebut dlm Daftar brg bukti "disita dari BRI" seakan-akan itu uang BRI. Apa bedanya dgn tukang tagih ?]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME
panik, gimana hrus jelaskan knapa putusan blom incraht, tp di paksa
eksekusi ? Knapa tdk sekalian smua Kasus Korupsi Di eksekusi tanpa
perduli ada banding atau Kasasi ? Jaksa atau tukang tagih paksa cara
anda ME ?]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita ME ketakutan krn dia sadar bhw kali ini dia bingung hadapi fakta2 yg sy baca dr dokumen2 di
hadapan sy. Kepada semua yg tantang sy utk upload Data, jika kalian
smart, bukankah tulisan sy menjabarkan dokumen?]

[@Sulejelek:
@AdeAyuSasmita Bisakah kalian membedakan cerita opini dgn cerita fakta ? Sy bukan pujangga. Sy hanya mampu membaca surat. Sekian]

[@Sulejelek: @AdeAyuSasmita NB : dimanakah yg fitnah ? Tanyakan ke ME, kemana uang
yg disita Rp 33,7M dari pejabat BRI dan terdaftar di lampiran bukti,
Namun di Berkas perkara "lenyap" ? Adakah alasan hkum yg bs ME jelaskan
knapa bs lenyap ? Ke selip ? Lupa simpan ? Dicuri ?]

[@Sulejelek:
Marwan Effendi kicau dgn bhs yg kurang santun, tp emang dia penjahat.
Gak heran anaknya tertangkap kasus Narkoba di Bdg. Tp di cabut.
@AdeAyuSasmita Tanyakan ke Poltabes Bandung, anaknya ME yg terlibat
Kasus Narkotika jenis Sabu, koq bs bebas ? Hehehe]

TANGGAPAN 3 MACAN ATAS RENCANA PENGADUAN JAKSA KE MABES POLRI by @TrioMacan2000

Eeng ing eeng ...saya akan kultwitkan pembahasan ttg rencana Jaksa Agung
Muda Marwan Effendi yang akan Laporkan kami ke Mabes Polri

Sesuai berita2 di media massa, Jaksa Agung Muda (JAM) Kejagung RI akan laporkan akun ini dan @fajriska dgn alasan "fitnah"

Sbgm yg publik ketahui bhw selama seminggu terakhir ini kami gencar
twitkan info korupsi, penggelapan dlm jabatan dan penipuan JAM ME

Dugaan tindak pidana yg dilakukan oleh JAM ME tsb dilakukan scra sendiri
dan/atau bersama2 dgn oknum2 pejabat BRI/ Kejaksaan lainnya

Dugaan tindak pidana yg dilakukan oleh JAM ME tsb dilakukan scra sendiri
dan/atau bersama2 dgn oknum2 pejabat BRI/ Kejaksaan lainnya. Sesuai dgn
ketentuan hukum yg berlaku universal, siapa pun aparat hukum yg
melakukan kejahatan akan dihukum lebih berat drpd warga biasa

Menyangkut delik pidana yg sangat serius yg dituduhkan thdp JAMWAS ME,
kami minta Jaksa Agung RI segera nonaktifkan ME dari jabatannya.
Pencopotan/penonaktifan JAM ME dari jabatannya itu dimaksudkan agar TIM
KHUSUS yg sdh dibentuk Jaksa Agung RI dpt bekerja scr efektif. Kasus
dugaan penggelapan uang nasabah dan BRI senilai Rp. 500 M oleh JAM ME cs
adalah kasus yg SANGAT SERIUS dan mencoreng KEJAGUNG RI

Sudah saatnya hukum ditegakan secara tegas, keras & adil, apalagi
thdp aparat penegak hukum yg korup. Hukuman yg pantas adalah MATI !!

Perjuangan melalui twitter memang terbukti efektif dan membuat para
koruptor gerah, cemas, takut dan panik. Socmed tdk bs dibungkam !!

Kita harapkan bhw kasus ini adalah MOMENTUM bagi seluruh anak bangsa utk
ikutserta berjuang tegak hukum, perangi korupsi dan kezaliman. kasus
ini juga sdh lama kita tunggu2 sbg pengobar semangat juang para anak
bangsa utk melawan bajingan2 koruptor2 busuk itu ! Ditengah2 nasib
bangsa yg semakin terpuruk dan menuju negara gagal, serta kebuntuan KPK
perangi koruptor, momentum ini sgt berharga.

Gusti Allah mboten sare ... Allah Maha Kuasa. Dia berikan petunjuknya
bhw perubahan BESAR akan terjadi melalui pengadilan thdp kasus ini. Dan
kesempatan ini kita manfaatkan untuk mendobrak tirai besi penguasa/
pejabat korup yg selalu berlindung dibalik kekuasaannya. Keadilan pasti
menang melawan kejahatan koruptor si iblis angkara murka. Allah Yang
Maha Kuasa & rakyat pasti bersama kita. Amiin YRA.

Jika info korupsi yg kita sampaikan emang benar, kenapa mesti takut ?
Kita malah tunggu2 perang yang sebenarnya di muka persidangan hehehe

Berita terkait bisa baca di : http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/06/medianusantara-perang-jamwas-kejagung_21.html dan http://jaringanantikorupsi.blogspot....royek-dak.html

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Gabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://tionghoanets.blogspot.com/

Tulisan ini direlay di beberapa Blog :
http://jakartametronews.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*

CLICK Here to Claim your Bonus $10 FREE !
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar